Kejari Bandung musnahkan narkotika, miras sampai obat ilegal

Kejari Bandung musnahkan miras sampai obat ilegal
Bandung.merdeka.com - Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bandung memusnahkan ribuan barang bukti dari 535 perkara tindak pidana umum dan khusus di Kantor Kajari Kota Bandung, Jalan Jakarta, Rabu (22/11). Barang bukti yang dimusnahkan yakni narkotika, psikotropika, obat-obatan tanpa izin, minuman keras beserta alat-alat produksi dan bahan pembantu, jamu ilegal dan kosmetik tanpa izin, dan makanan tanpa izin.‎ Adapun jenis yang dimusnahkan yakni ganja 43 kilogram ganja cair 15 toples, hasis pasta 0,8 gram, ganja sintetis 45 kilogram sabu 6.784 gram.
Lalu, obat yang termasuk psikotropika sebanyak 6.208 tablet dan 21.350 botol minuman keras berbagai jenis. Barang bukti tersebut diperoleh dari perkara periode Mei 2016 sampai September 2017.
Pemusnahan dilakukan oleh Kajati Jabar, Loeke Larasati Agustina, Kajari Kota Bandung, Agus Winoto, Kepala Bea Cukai Bandung, Onny Yuar dan Kapolres Bandung, AKBP Hendro Pandowo.
"Ini barang bukti yang sudah inkrah. Mungkin nanti dari kajari ada barang bukti lagi yang akan dimusnahkan," ujar Loeke.
Hal ini menurutnya merupakan tindak lanjut jaksa selaku eksekutor, sejalan dengan misi zero tunggakan perkara. "Penanganan barang bukti memerlukan cukup panjang. Semua penegak hukum dan instansi terkait akan terua bekerjasama," ucapnya.
Lebih lanjut Loeke mengatakan, dalam pemusnahan tersebut terdapat brownies dan mentega yang meengandung THC (zat yang terkandung dalam ganja). Hal itu menunjukan bahwa peredaran narkoba sudah makin banyak macamnya.
"ini tentu perlu mendapat perhatian dari semua. Bagaimana narkoba ini sidah masuk ke hal-hal yang sering kita jumpai," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak