
Kampiun Bistro Tawarkan Beragam Menu dengan Cita Rasa Otentik
"Kita rekrut chef yang kerja di sana, bawa banyak menu otentik melayu".
"Yang unik di Bandung ini dekorasi yang otentik banget sama Jepang".
"Kita rekrut chef yang kerja di sana, bawa banyak menu otentik melayu".
"Varian baru ini diharapkan bisa jadi kue favorit pelanggan setia kami".
Penelitian dilakukan setahun dan dalam setahun itu saya melakukan penelitian tiga kali bolak-balik saya ke Cirebon.
"Hadirnya Tiny Dumpling ini memang pemiliknya Chinese dan lama tinggal di Hongkong".
"Honey Butter Biscuits ini menjadi salah satu menu baru kami. Wajib di coba".
"Kami menggandeng Chef Norman untuk demo masak, mengolah ikan tilapia. Jadi, ada gambaran ikan tilapia ini sebenarnya bias dibuat apa saja".
"Ini menu baru kami, baru diluncurkan sekitar awal bulan Januari," kata Baban.
"Ini adalah satu minuman yang kami rekomendasikan. Soalnya, sekarang mencari segelas kelapa kopyor di kafe itu rasanya jarang".
"Ini adalah resep buhun atau turun temurun yang kami buat dengan cabai rawit besar atau sering disebut cabai domba".
"Banyak yang ngasih saran dari pembeli buat bikin topingnya banyak, makanya ya saya jual saja sesuai permintaan".
"Tidak hanya kopi, kami juga punya minuman dari olahan teh yang tentunya wajib buat dicoba," ujar Jelita.
"Kami tawarkan suasana santai, soalnya memang konsep O’Rock The Eatery and Coffee ini konsepnya relaxing cafe".
"Afternoon Booster ini adalah segelas minuman kopi dengan espresso yang dicamput soda jahe," kata Jelita.
"Hanya dengan Rp 30 ribu bisa menikmati kopi sepuasnya dan bisa mencoba semua kopi yang kami miliki".
"Konsepnya, oseng pedas rempah khas Indonesia dengan berbagai pilihan toping seperti cumi, daging, kikil, paru dan ayam".
"Mulainya di gerobak Jalan Kebon Jati, terus pindah ke sini kebetulan ini kosong dan mau dijadikan tempat makan".
"Saya bikin sekitar 50 sampai 100 kemasan, habis cuma dalam waktu dua atau tiga harian gitu," ujar Rika.
Menu yang ditawarkan terbilang lengkap. Mulai dari Pesmol Lauk Mas, Kere Jaer, Hayam Bakar, Asin Jabus, Asin Jambal Roti.
"Jadi untuk area vila ini adalah tempat utama, dan yang disebrang sebagai tempat Kafe Ngopi Di Kebon ".
"Cream cheese ini menu andalan kami. Kalau ke sini wajib banget coba soalnya enak banget. Home made, beda deh sama cream cheese lainnya".
"Kalau di Bandung kayaknya kita pertama, buat segelas kopi dengan susu almond".
"Konsepnya rustic tapi lebih ke Japanese juga, simple karena ingin membangun suasana khas rumahan. Jadi orang yang datang ke sini buat ngopi".
"Sekarang kita memang masih di garasi rumah jualannya, ini lagi direnovasi biar jualannya agak di depan tapi masih di sini juga".
"Memang mau jualannya smoothie soalnya ini jadi menu sehat yang banyak disukai sama orang-orang juga. Rasanya creamy, dan enak," ujar Robby.
"Rumah pribadi aslinya, cuma sempat kosong karena tidak ditempati. Kemudian dikelola oleh anak dari pemilik rumah untuk dijadikan sebuah kafe".
"Kalau datang rombongan bareng keluarga atau sama teman-teman, coba pesan ini. Porsinya besar, cocok banget buat sharing".
"Kalau soal ide, ini adalah resep turun temurun di keluarga saya. Saya jual sejak 2009 dengan merek Sarasa".
"Malam ini full, semua tempat terisi. Kami bersyukur ya ternyata ramai sekali," ujar Anggia.
"Ini sebenarnya menu lama yang kami re-branding ulang. Sebagai salah satu signature di sini, kami ingin mengangkat kembali Cendollatte ini".
"Biasanya ramai pas hari Jumat sama Senin. Mungkin kalau Jumat orang sudah penat kerja dan menjelang weekend pengen ngopi".
"Tahun lalu kami hanya mengadopsi sebagian. Kalau tahun ini kami adopsi semuanya baik dari level dan skema kompetisinya".
"Kalau aslinya sih manis banget. Saya buat dengan menyesuaikan lidah orang Indonesia yang pada dasarnya enggak terlalu suka manis banget".
"Tamu hotel bisa memanjakan lidahnya dalam acara gala diner yang kami selenggarakan di Keuken All Day Dining".
Seafood di tempat ini jadi langganan para artis.
Soal harga, tak perlu khawatir. Selain harganya murah, porsi yang banyak, dan rasanya juga dijamin.
"Ada metode khusus yang saya gunakan untuk membuat ayamnya sangat lembut dan bumbunya meresap hingga ke dalam".
"Basianya sendiri memang kayak bikin sop buntut khas Indonesia, tapi kuahnya kami ganti dengan tom yam".
"Kami menyuguhkan makanan yang enggak membosankan bagi pelanggan. Soalnya, kami menyatukan masakan dari berbagai negara".
"Saat itu saya pikir brownies mama ini enak banget dan memiliki nilai jual. Dikasih sample ke beberapa orang juga ternyata banyak yang suka".
"Kalau bisnis, kenapa pilih kuliner karena setiap orang pasti butuh asupan makanan, dan kuliner selalu dibutuhkan oleh semua orang juga".
Kehadiran tempat makan ini berupaya untuk menyediakan menu-menu alternatif dalam khazanah kuliner Tanah Air.
"Saya pernah menang lomba membuat kue seperti ini 93 kali. Jadi, saya optimis di sini juga menang. Chef Achen yang menjadi idola saya".
"Sudah berjualan dari 1992, saya generasi ke empat. Saya baru jualan ya sekitar tahun 2000an, lupa sih tepatnya tahun berapa," ujar Wawan.
"Pada dasarnya ini adalah bitterballen, tapi dominannya pakai keju. Untuk sekali gigitan pasti terasa kejunya".
"Kami memang berupaya membuat soto yang kekinian. Pas orang-orang di luar sana ramai sama makanan sate taichan, saya buat beda".
"Dua minuman ini tentunya tanpa alkohol karena kami menggunakan soda sebagai bahan utamanya. Dibanderol dengan harga Rp 35 ribu".
"Kali ini kami hadir dengan inovasi terbaru yakni Frisian Flag kental Manis rasa susu Jahe yang memberikan sensasi menghangatkan".
"Nasi kerabu unicorn ini menjadi salah satu menu andalan kami," kata Shinta.
"Kami punya begitu banyak boneka unicorn yang ada disetiap meja, dan menggantung dilangit-langit".
"Ini adalah festival kuliner terbesar di Jawa Barat. Soalnya ada 106 tenant dengan beragam pilihan kuliner yang pastinya wajib untuk dicoba".