1. BANDUNG
  2. KULINER

Stroopwafel, Camilan Asal Belanda Yang Manis dan Kuat Aroma Kayu Manisnya

"Kalau aslinya sih manis banget. Saya buat dengan menyesuaikan lidah orang Indonesia yang pada dasarnya enggak terlalu suka manis banget".

Stroopwafel. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 17 Desember 2018 16:22

Merdeka.com, Bandung - Sudah pernah mencoba stroopwafel? Camilan asal negeri kincir angin, Belanda itu memiliki citarasa manis yang kuat dengan aroma kayu manis. Bentuknya bundar, dan gepeng. Biasanya, camilan ini disantap saat pagi ataupun sore hari sebagai pelengkap menyeruput segelas teh ataupun kopi.

Stroopwafel memiliki tekstur yang garing namun juga sedikit legit pada bagian dalam. Soalnya, ada isian karamel pada bagian dalam yang menghadirkan dua tekstur pada sebuah camilan. Rasanya enak. Namun bagi yang tak menyukai camilan bercitarasa manis, biasanya akan menyebut camilan ini terlampau manis.

Di negara asalnya, camilan satu ini memang memiliki rasa yang sangat manis. Citarasa manis yang hadir dari stroopwafel ini dinilai pas untuk mengimbangi rasa pahit dari secangkir kopi yang diseruput baik pada pagi ataupun sore hari.

Ingin menikmati stroopwafel? Tak perlu terbang jauh-jauh ke Belanda. Soalnya, Anda sudah bisa menemukan camilan ini di Kota Kembang. Namanya iStroop. Ini merupakan sebuah merek dagang asli Kota Kembang yang memproduksi stroopwafel asal Belanda.

Pemilik iStroop, Zefri menuturkan, stroopwafel merupakan camilan yang berasal dari sebuah desa di Belanda, namanya Gouda. Dari sinilah stroopwafel hadir hingga menjadi salah satu camilan yang banyak disukai, bahkan tak hanya di negara asalnya saja.

"Kalau aslinya sih manis banget. Saya buat dengan menyesuaikan lidah orang Indonesia yang pada dasarnya enggak terlalu suka manis banget. Makanya saya buat rasa manisnya itu pas," ujar Zefri kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Jalan Ciumbuleuit, Senin (17/12).

Ada tiga rasa stroopwafel yang dijualnya yakni caramel, lite caramel, serta almond. Produk yang telah diproduksinya sejak 2008 silam itu rupanya memiliki banyak penggemar. Hal tersebut terlihat dari iStroop yang terus bertahan hingga saat ini.

"Bersyukur ya banyak yang suka sama produk saya ini. Soalnya saya buatnya pas sama lidah orang Indonesia jadi enggak akan kemanisan. Kalau dibuat terlalu manis juga bingung ya soalnya kalau di Belanda kan dimakannya sama kopi yang agak pahit. Di sini banyaknya jadi camilan saja," kata dia.

Dibanderol dengan harga Rp 50 ribuan, iStroop dijual secara online dan offline. Untuk offline, Anda bisa menemukan produk ini di Setiabudi Supermarket. Citarasa yang manis, unik, serta harga terjangkau, cocok untuk dijadikan buah tangan bagi siapa saja yang datang ke Bandung.

"Bisa lah kalau mau oleh-oleh yang beda dari Bandung beli ini saja. Harganya enggak terlalu mahal juga jadi pasti aman kalau beli buat teman, keluarga, ataupun saudara," katanya.

(ES/AA)
  1. Kuliner
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA