Server down Observatorium Bosscha gagal sajikan tayangan live streming

Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Fenomena Gerhana Matahari Parsial berhasil disaksikan oleh ribuan pasang mata yang memadati Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada Rabu (9/3) pagi. Selain memberikan akses kepada masyaralat untuk melihat secara langsung di lokasi, pihak Bosscha rencananya menayangkan live streaming proses Gerhana Matahari. Namun tayangan live streming gagal karena server down.
"Iya enggak bisa live streaming. Servernya tiba-tiba down dari pagi tadi," ujar staf peneliti Observatorium Bosscha Evan Irawan Akbar kepada Merdeka Bandung saat ditemui di sela pengamatan.
Evan menuturkan, rencanaya tayangan live streming dapat disaksikan di laman http://bosscha.itb.ac.id. Dengan adanya tayangan live streming membuat masyarakat yang tidak dapat datang langsung ke Bosscha dapat melihat langsung proses Gerhana Matahari melalui website.
Evan mengaku belum bisa memastikan terkait penyebab server down. Namun besar kemungkinan, server down karena banyaknya pengakses internet yang ingin melihat tayangan streming.
"Ya mungkin banyak yang akses. Jadi servernya down," kata Evan.
Namun demikian, Evan mengungkapkan dari hasil pengamatan, proses Gerhana Matahari terlihat secara jelas.Gerhana matahari terjadi pada pukul 6.20 WIB hingga 8.20 WIB dengan titik puncaknya terjadi pada pukul 07.20 WIB..
Menurut Evan, proses pegamatan didukung dengan kondisi cuaca yang cerah. Sehingga para peneliti dapat menyaksikan langsung fenomena Gerhana Matahari Parsial.
"Tadi kita sempat khawatir ada awan. Namun proses gerhana teramati dengan baik. Ini momen terbaik gerhana matahari parsial," kata Evan.
Pihak Bosscha sendiri lanjut Evan menyiapkan tiga teleskop reflector dan 100 kacamata matahari yang disediakan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena alam tersebut.
"Awalnya kita sediakan 100 kacamata bagi masyarakat yang ingin menyaksikan. Kita pinjamkan itu kepada masyatakat dan dan itu free (gratis). Rupanya antusiasme masyatakat sangat tinggi sekali,"pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak