Mitos Batara Kala saat gerhana, peringatan bagi orang yang lalai


Bandung.merdeka.com - Pertemuan matahari dengan bulan menunjukkan matahari seperti lenyap di saat sedang terik-teriknya bersinar. Gerhana matahari sering dikaitkan dengan Batara Kala, yaitu dewa waktu.
"Ketika matahari tenggelam artinya termakan oleh waktu. Jadi waktu ini erat kaitannya dengan gerhana. Lewat gerhana kita diperingati jangan sampai termakan waktu, termakan kala," terang dosen tari tradisional Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Mas Nanu Muda, kepada Merdeka Bandung.
Dalam dunia wayang, Batara Kala tercitpa lewat benih Sang Hyang Wenang. Kelak benih itu menjadi Batara Kala.
Menurut Nanu, Batara Kala dalam istilah Sunda disebut juga buta atau raksasa. Batara Kala suka memakan manusia. Ia berkeliling mencari mangsa, mencari manusia-manusia yang lalai dengan waktu.
Nanu yang juga sering memimpin tradisi ruwatan menjelaskan, Batara Kala juga erat kaitannya dengan tradisi ruwatan, yaitu ritual membersihkan diri atau lingkungan dari segala sesuatu yang buruk.
Ruwatan memiliki satu prosesi di mana orang harus dibungkus dengan kain kafan. Ki dalang atau juru ruwat kemudian menyediakan telur. Dengan cara itu jika Batara Kala datang, maka dia tidak akan memakan manusia melainkan memakan telur.
"Jika termakan Batara Kala intinya termakan waktu. Waktu harus digunakan sebaik-baiknya, jangan sampai termakan kala," katanya.
Pesan penting dari gerhana matahari total, kata dia, adalah pentingnya menghormati waktu. Hal ini juga dituangkan dalam sisindiran (pantun) Sunda:
Aya lumut dina batu aya kuya di muara. Kedah emut kana waktu di dunya urang ngumbara. (lumut di batu, kura-kura di muara. harus ingat pada waktu, di dunia kita hanya berkelana).
Ia menambahkan, pantun tersebut sejalan dengan surat Al Asr dalam Al Quran tentang waktu.
"Jadi gerhana menunjukkan perputaran waktu. Ketika manusia waktu digunakan tidak baik manusia akan termakan waktu. Orang kerja, orang malas, orang tidak baik pada akhirnya akan dimakan waktu," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak