Mitos Batara Kala saat gerhana, peringatan bagi orang yang lalai

user
Muhammad Hasits 05 Maret 2016, 15:34 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Pertemuan matahari dengan bulan menunjukkan matahari seperti lenyap di saat sedang terik-teriknya bersinar. Gerhana matahari sering dikaitkan dengan Batara Kala, yaitu dewa waktu.

"Ketika matahari tenggelam artinya termakan oleh waktu. Jadi waktu ini erat kaitannya dengan gerhana. Lewat gerhana kita diperingati jangan sampai termakan waktu, termakan kala," terang dosen tari tradisional Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Mas Nanu Muda, kepada Merdeka Bandung.

Dalam dunia wayang, Batara Kala tercitpa lewat benih Sang Hyang Wenang. Kelak benih itu menjadi Batara Kala.

Menurut Nanu, Batara Kala dalam istilah Sunda disebut juga buta atau raksasa. Batara Kala suka memakan manusia. Ia berkeliling mencari mangsa, mencari manusia-manusia yang lalai dengan waktu.

Nanu yang juga sering memimpin tradisi ruwatan menjelaskan, Batara Kala juga erat kaitannya dengan tradisi ruwatan, yaitu ritual membersihkan diri atau lingkungan dari segala sesuatu yang buruk.

Ruwatan memiliki satu prosesi di mana orang harus dibungkus dengan kain kafan. Ki dalang atau juru ruwat kemudian menyediakan telur. Dengan cara itu jika Batara Kala datang, maka dia tidak akan memakan manusia melainkan memakan telur.

"Jika termakan Batara Kala intinya termakan waktu. Waktu harus digunakan sebaik-baiknya, jangan sampai termakan kala," katanya.

Pesan penting dari gerhana matahari total, kata dia, adalah pentingnya menghormati waktu. Hal ini juga dituangkan dalam sisindiran (pantun) Sunda:

Aya lumut dina batu aya kuya di muara. Kedah emut kana waktu di dunya urang ngumbara. (lumut di batu, kura-kura di muara. harus ingat pada waktu, di dunia kita hanya berkelana).

Ia menambahkan, pantun tersebut sejalan dengan surat Al Asr dalam Al Quran tentang waktu.

"Jadi gerhana menunjukkan perputaran waktu. Ketika manusia waktu digunakan tidak baik manusia akan termakan waktu. Orang kerja, orang malas, orang tidak baik pada akhirnya akan dimakan waktu," katanya.

Kredit

Bagikan