Dahulu ada gerhana pukul kentongan, sekarang pakai teknologi


Bandung.merdeka.com - Di masyarakat tradisional, gerhana matahari maupun gerhana bulan direspon dengan cara-cara unik. Misalnya memukul kentongan sampai gerhana selesai.
Tradisi itu dijalankan masyarakat tradisional sunda, terutama yang berada di pelosok.
Budayawan Mas Nanu Muda mengungkapkan, tradisi memukul kentongan biasa dilakukan oleh lelaki, sementara perempuan atau ibu-ibu akan sibuk memukul lisung dan halu, yaitu alat menumbuk padi yang terbuat dari kayu.
Sedangkan anak-anak akan sibuk mencari kaca pecah atau lari ke kali. Mereka menggunakan kaca pecah dan air kali untuk melihat pantulan gerhana, meski cara ini menurut medis tidak dibenarkan sebagai media melihat gerhana.
Namun dulu, kata Nanu, sudah ada pantangan melihat gerhana matahari langsung dengan mata telanjang. "Orang yang melihat langsung gerhana diyakini akan buta," kata Nanu, saat berbincang dengan Merdeka Bandung.
Suasana kampung akan terasa ramai saat terjadi gerhana. Tradisi tersebut misalnya pernah dipraktekkan di Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Menurutnya pemukulan kentongan dan alat tumbuk padi sebagai bentuk komunikasi tradisional, untuk saling mengingatkan adanya gerhana.
"Tetabuhan sebagai tangara atau tanda ketemunya bulan dengan matahari," katanya.
Tetabuhan itu kemudian diwarnai salat gerhana dan doa dengan harapab gerhana tidak menimbulkan malapetaka atau keburukan.
"Supaya tidak ada kejadian bahaya, agar selamat kita semua," terangnya.
Menurutnya, kini tradisi tersebut tidak akan ditemukan di masyarakat perkotaan. Ia menduga di masyarakat pedesaan pun sudah banyak yang meninggalkan seiring kemajuan zaman.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak