Datang saja, Bosscha dibuka untuk umum saat gerhana matahari total


Bosscha
Bandung.merdeka.com - Rabu 9 Maret nanti sebuah fenomena langka gerhana matahari total (GMT) akan bisa disaksikan di sejumlah daerah di Indonesia. Menjelang peristiwa besar bidang astronomi ini, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) sudah melakukan persiapan.
Salah satu program Observatorium Bosscha adalah membuka program kunjungan untuk umum Rabu 9 Maret nanti. Program ini memberi kesempatan kepada masyarakat umum untuk menyaksikan proses terjadinya gerhana.
Staf Peneliti Observatorium Bosscha, Yatni Yulianti, mengatakan tanggal 9 Maret nanti Bosscha buka untuk umum mulai pukul 06.30 sampai pukul 09.00 pagi.
"Nanti akan ada beberapa instrumen yang disiapkan yang bisa digunakan pengunjung," kata Yatni kepada Merdeka Bandung di Observatorium Bosscha, Jalan Peneropongan Bintang, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Ia menjelaskan, gerhana merupakan fenomena alam yang perlu dilihat dengan instrument atau alat. Gerhana tidak boleh disaksikan dengan mata telanjang, karena akan membahayakan kesehatan mata.
Instrumen yang disiapkan Bosscha di antaranya teleskop, proyeksi kotak lubang jarum, dan kacamata matahari untuk dipinjamkan ke pengunjung ataupun dijual. Rencananya, Bosscha akan menyiapkan 1,000 kacamata matahari.
Kacamata tersebut berwarna gelap dan sudah dilapisi filter khusus untuk menyaring sinar matahari sehingga tidak berbahaya bagi mata.
Yatni menjelaskan, gerhana matahari untuk daerah Pulau Jawa termasuk Bandung hanya bersifat sebagian, tidak total. Proses gerhana yang bisa dilihat di Bosscha sebesar 88,76 persen.
"Di kita akan melihat gerhana sebagian, kaya bulan sabit saja. Tadinya matahari bulat sebelum gerhana, pas gerhana pelan-pelan matahari tertutup bulan, cahaya kuning bulat matahari lama-lama akan menjadi sabit," terangnya.
Jalur gerhana matahari total melintas dari barat ke timur Indonesia. Beberapa daerah yang mengalami totalitas gerhana di antaranya Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, hingga terus ke Indonesia timur seperti Maluku dan lainnya.
Selain itu, Oservatorium Bosscha juga menyebar beberapa orang peneliti untuk melakukan pengamatan di beberapa daerah yang mengalami gerhana matahari total. Rencananya, proses pengamatan mereka akan disiarkan langsung di Bosscha.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak