Kembangkan budaya dan homestay, NHI Bandung gandeng Washington University

user
Mohammad Taufik 26 Juni 2018, 10:42 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung (STP NHI Bandung) menjalin kerjasama dengan The George Washington University untuk melakukan penelitian mengenai pengembangan pariwisata budaya dan homestay pada di di Kampung Seni Jelekong dan Desa Alam Endah yang berlokasi diwilayah Kabupaten Bandung.

Sekretaris program Pasca-Sarjana STP NHI Bandung, Ananta Budhi Danurdara, mengatakan pemilihan kedua tempat tersebut diyakini menjadi respresentatif pengelolaan desa wisata di Kabupaten Bandung. Nantinya, para mahasiswa yang turut dalam penelitian ini akan dibimbing oleh Haryadi Darmawan, MM dan Ananta Budhi Danurdara sebagai pimpinan Program Pascasarjana STP NHI Bandung serta Seleni Matus dan Patrick selaku perwakilan dari The George Washington University.

"Potensi budaya dan homestay pada dua daerah tersebut begitu besar, itulah yang melandasi kami melakukan riset pada dua daerah tersebut. Kerja sama yang dijalin dengan The George Washington University karena rupanya setelah kami jelaskan mengenai budaya yang ada di dua daerah tersebut, mereka begitu tertarik," ujar pria yang akrab disapa Andre kepada Merdeka Bandung, Senin (25/6).

Pelaksanaan pengumpulan data penelitian secara efektif dilakukan pada 25 hingga 29 Juni 2018. Kemudian, pelaksanaan seminar akan dilaksanakan pada hari Jumat (28/6) bertempat di Gedung Ciremai, STP NHI Bandung yang akan dihadiri oleh tim ahli budayawan serta perwakilan daerah dari Kampung Seni Jelekong dan Desa Alam Endah.

Pembahasan pengelolaan homestay akan mengacu pada kriteria ASEAN Homestay Standard yang terdiri sembilan indikator yaitu Host, Accomodation, Activities, Management, Location, Hygiene and Cleanliness, Safety and Security, Marketing and Promotion dan Sustainability Principles. Sementara itu, pembahasan wisata budaya akan dilakukan dengan pendekatan dari sisi promosi, fasilitas serta memotret nilai – nilai budaya agar desa wisata memiliki daya saing.

"Selama ini, pengertian homestay menjadi berubah seperti villa. Padahal, konsep homestay itu adalah wisatawan datang ke sebuah daerah lalu menginap di homestay dan berbaur bersama pemilik rumah. Jadi misal kita punya rumah lalu ada beberapa kamar kosong, nah itu disewakan kepada wisatawan. Lalu, mereka hidup berbaur bersama pemilik rumah. Nah, kita mau kembalikan konsep homestay seperti itu," katanya.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana STP NHI Bandung, Haryadi Darmawan, MM mengungkapkan, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi pada pengelolaan desa wisata khususnya wisata budaya dan homestay.

"Soalnya, mengingat homestay merupakan salah satu pilar unggulan pariwisata Indonesia. Tim peneliti akan memotret gambaran pengelolaan desa wisata kemudian dirumuskan dengan pengaplikasian teori yang didapatkan untuk menjadi rekomendasi kepada pihak terkait pariwisata," kata Haryadi.

Kredit

Bagikan