Beri sanksi aksi 'Save Rohingya', Emil nilai PSSI terlalu kaku

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menilai PSSI terlalu kaku dalam menilai aksi 'Save Rohingya' yang dilakukan Bobotoh beberapa waktu lalu. Pria yang akrab disapa Emil ini pun menyayangkan sanksi yang dikeluarkan Komisi Disiplin PSSI bagi Persib Bandung atas aksi tersebut.
"PSSI juga jangan terlalu kaku. Bedakan antara pesan politik dengan pesan kemanusiaan menurut saya itu," ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Rabu (20/9).
Emil menilai PSSI kurang bijak dengan menafsirkannya aksi sebagai pesan politik. Dia mengatakan aksi Bobotoh mendukung Rohingya adalah membawa pesan kemanusiaan atas tragedi pada etnis Rohingya di Myanmar.
"Kalau pesan politik kan jelas ada keberpihakan partai. Ini kan jelaas karena ada krisis kemanusiaan,banyak orang potensi meninggal dunia dan lain-lain sehingga mengakibatkan itu," kata Emil.
Menurutnya PSSI harus mengkaji hukuman tersebut dengan lebih bijak. Apalagi keputusan ini dikritisi banyak pihak karena dianggap tidak sesuai.
Dia mengatakan hukuman yang diberikan jangan justru menjadi bumerang bagi PSSI. "Saya kira lain kali (PSSI) harus lebih bijak lebih sensitif. Sehingga citra PSSI tidak menjadi buruk karena seolah-olah tidak punya rasa kemanusiaan," ungkapnya.
Emil pun mengapresiasi pengumpulan koin yang digagas Bobotoh untuk membayar denda yang diberikan PSSI sebesar Rp 50 juta. Bobotoh berhasil mengumpulkan bahkan melebihi target pembayatan denda.
"Saya uda bilang kalau yang namanya kekompakan warga Bandung, kekompakan Bobotoh jangan diragukan. jadi 50 juta masih terkejar. Itupun dengan koin yang lebih ribet. Kalau tidak dengan koin lebih mudah lagi," pungkasnya
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak