Lulus S2, istri Ridwan Kamil jadi lulusan terbaik dengan IPK 3,67

user
Muhammad Hasits 16 Juli 2017, 10:28 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Di tengah kesibukan dan aktivitasnya menjadi istri Wali Kota Bandung, Atalia Praratya mampu menamatkan gelar masternya dan menjadi lulusan terbaik di Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan dengan IPK 3,67. Dalam pidato kelulusannya, Atalia menggugah para perempuan untuk tidak berhenti menuntut ilmu.

"Sebagai seorang perempuan, Saya ingin membuktikan bahwa tidak ada perbedaan di Indonesia ini dalam hak memperoleh pendidikan. Perempuan harus mampu sejajar dengan laki-laki dalam hal mendapatkan pendidikan dan prestasi," ungkap Atalia pada Wisuda Gelombang III Universitas Pasundan di Sasana Budaya Ganesha, Sabtu (15/7).

Dalam rilis yang diterima Merdeka Bandung, Atalia menyebut jika perempuan terdidik adalah modal bagi keberlangsungan masa depan generasi terdidik. Seorang ibu yang terdidik akan mampu melahirkan generasi penerus terdidik pula.

"Jika kita mendidik seorang laki-laki, hanya satu laki-laki yang akan terdidik. Tapi jika kita mendidik seorang perempuan, maka satu generasi yang akan terdidik," katanya.

Keberhasilannya menjadi lulusan terbaik juga membuktikan bahwa kesibukan bukanlah alasan untuk tidak berprestasi. Sama halnya dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Atalia juga memiliki banyak agenda kedinasan.

Sejak Ridwan dilantik, secara otomatis Atalia juga mengetuai lebih dari lima organisasi, mulai dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung, Ketua Forum Rembug Masyarakat Peduli Bandung Sehat, hingga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Bandung.

"Secara pribadi saya hanya ingin membuktikan bahwa sesibuk apapun, sesulit apapun, dengan keterbatasan seperti apapun, selama ada kemauan pasti kita bisa mencapai apa yang kita harapkan," tuturnya.

Tak hanya Atalia, Wakil Wali Kota Bandung Oded M. Danial pun menjadi salah satu peserta wisuda Universitas Pasundan. Bersama istrinya, Siti Muntamah Oded M. Danial, Oded lulus dari program sarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik jurusan Ilmu Administrasi Negara. Namun, Oded dan Siti tidak bisa menghadiri seremonial tersebut karena sedang melaksanakan tugas dinas ke luar kota.

Oded yang kini berusia 55 tahun tidak merasa ragu saat ia memutuskan untuk meraih gelar sarjana. Memiliki segudang aktivitas menjadi Wakil Wali Kota Bandung tidak menjadi penghalang bagi Oded untuk terus menuntut ilmu.

"Saya ingin memotivasi anak muda untuk terus menuntut ilmu. Belajar itu tak kenal usia. Saya dan istri saya bisa, maka yang lain pun pasti bisa," tutur Oded.

Ia mengungkapkan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari Universitas Pasundan. Menjadi satu dari 1059 lulusan Unpas menurutnya adalah sebuah kebahagiaan.

"Saya dan Umi (panggilan akrab Siti Oded) mengapresiasi seluruh jajaran civitas akademika Universitas Pasundan. Saya berterima kasih kepada para dosen yang membimbing saya dan Umi," ucapnya.

Kredit

Bagikan