Ini curhatan Emil, tanggapi tuduhan telah tinggalkan PKS dan Gerindra

user
Mohammad Taufik 02 Mei 2017, 15:57 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menolak jika dianggap meninggalkan dua partai pendukungnya dalam Pilwalkot Kota Bandung 2013 silam yakni PKS dan Gerindera. Hal tersebut terkait tudingan sejumlah pihak yang menyebut dirinya telah meninggalkan dua partai pendukungnya tersebut jelang pencalonan Pilgub Jabar 2018.

Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan telah berkomunikasi dengan dua partai terdahulunya terkait pencalonannya menuju kursi Jabar 1. Namun Gerindra dan PKS memberikan sejumlah syarat.

"Ada yang bilang Pak Wali kok meninggalkan partai pendukungnya? Tidak meninggalkan, dulu juga komunikasi. Cuma partai Gerindra mensyaratkan Saya jadi kadernya (untuk maju Pilgub Jabar), PKS mendahulukan kadernya," ujar Emil kepada wartawan di Aula Koperasi Pegawai Kota Bandung (KPKB), Jalan Wastukancana, Selasa (2/5).

Namum kedua syarat yang diajukan Gerindra dan PKS, kata Emil, belum memungkinkan untuk dipenuhi. Sehingga dirinya berkomunikasi dengan partai lain dan salah satunya menerima pinangan Partai Nasdem yang akan mengusungnya dalam Pilgub Jabar.

"Dua situasi itu kan situasi yang tidak ideal buat saya. Terus saya diam? Kan enggak. Maka Saya ke yang (partai) lain, ternyata Nasdem mau ya (mengusung di Pilgub Jabar)," katanya

Emil pun mengatakan keliru jika jika ada pihak yang menyebut dirinya telah meninggalkan PKS dan Gerindra.

"Jadi kalau ada yang bilang meninggalkan saya kira keliru. Pertama Saya tidak berpartai, dua saya berkomunikasi, tapi partai pendukung terdahulu memberi syarat. Syarat menjadi kader Partai Gerindra Jabar, Saya kan belum memungkinkan situasi itu. Ke PKS, PKS mendahulukan kader. Jadi posisi memang homeless," ujarnya.

Sementara itu, terkait pencalonannya di Pilgub Jabar, Emil mengaku sudah mulai safari ke daerah-daerah. Namun dia mengaku bisa memisahkan antara urusan kedinasan sebagai Wali Kota Bandung dan urusan politik. Sehingga terkait urusan politik Pilgub Jabar, hanya dilakukan di akhir pekan.

"Saya tidak mau mengambil jam kerja warga Bandung untuk urusan politik. Maka di hari kerja Saya full untuk warga Bandung. Untuk bersosialisasi ke tempat lain hanya punya weekend kan begitu," ujarnya.

"Yang lain sudah 500 titik katanya, karena posisinya memang bisa berkeliling kemana-mana. Saya kan enggak bisa, maka dengan etika kedinasan, Saya hanya memungkinkan di weekend. Karena di hari kerja, 5 hari kerja penuh untuk warga Bandung."

Emil pun menyebut wilayah Jawa Barat yang sangat luas, membutuhkan waktu lebih lama pula untuk berkeliling melakukan sosialisasi kepada warga Jabar. Terlebih lagi ada 27 kabupaten/kota di Provinsi Jabar terdiri.

"Karena Jabar sangat luas ya ada 27 kota/kabupaten. Enggak mungkin seperti di Jakarta hanya kampanye 3 bulan, terjangkau semua. Enggak mungkin jauh banget," katanya.

Emil mengaku selama dirinya melakukan safari ke daerah di Jabar hanya beberapa kota/kabupaten yang baru dia sambangi. "Setengahnya belum. Paling baru 5 sampai 6 kabupaten kota," ungkapnya.

Terkait kunjungan ke daerah, Emil mengaku didampingi Partai Nasdem. Seperti diketahui, Partai Nasdem adalah partai yang telah mengusung Emil dalam Pilgub Jabar. "Kadang kadang dari Nasdem, kadang sendiri aja (safari ke daerah)," ujarnya.

Kredit

Bagikan