Pekan ini, kontes robot Indonesia digelar di UPI


Bandung.merdeka.com - Pekan ini, Kontes Robot Indonesia (KRI) akan diselenggarakan. Kontes tersebut berlangsung pada 6 hingga 9 Juli 2017 mendatang. Adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menjadi tempat penyelenggaraan acara.
Kontes Robot Indonesia (KRI) merupakan kegiatan kontes bidang robotika yang dapat diikuti tim mahasiswa dari institusi atau Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta yang terdaftar di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
Kegiatan kontes ini diselenggarakan secara berkala setiap tahun oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi.
"Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menumbuhkembangkan dan meningkatkan kreativitas mahasiswa di perguran tinggi, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguran tinggi," ujar Ketua Pelaksana, M. Syaom Barliana, Rabu (5/7).
Tak hanya itu, tujuan dari kegiatan ini juga agar mampu meningkatkan kepekaan mahasiswa dalam pengembangan bidang teknologi robotika, membudayakan iklim kompetisi di lingkungan perguruan tinggi, dan mendukung pengembangan dan penggunaan sistem kontrol yang lebih maju pada rancangan robot.
Kontes Robot Indonesia (KRI) yang diselenggarakan pertama kalinya pada tahun 2004 akan menampilkan lima divisi kontes, yaitu Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI), Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Berkaki, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Beroda, dan Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI).
Tema dan aturan setiap divisi kontes mengacu kepada kompetisi internasional. KRAI mengacu pada ABU Asia Pacific Robot Contest, KRPAI mengacu pada Trinity College International Robot Contest, dan KRSBI mengacu pada RoboCup.
KRI 2017 diselenggarakan dalam empat Wilayah Tingkat Regional, yang pembagiannya mencakup sebagai berikut, regional satu meliputi wilayah Sumatera dan sekitarnya, regional dua meliputi wilayah Jawa bagian barat, Kalimantan sebagian dan Sulawesi, regional tiga meliputi wilayah Jawa bagian tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, regional empat meliputi wilayah Jawa bagian timur, Bali, NTB, NTT, wilayah Maluku dan wilayah Papua.
"Rangkaian kegiatan KRI Tingkat Regional telah diselenggarakan mulai 4 Mei 2017 dan berakhir pada tanggal 25 Mei 2017," imbuhnya.
Pemenang kontes pada setiap Wilayah Regional akan ikut serta dalam Kontes Robot Indonesia Tingkat Nasional pada 6 hingga 9 Juli 2017 yang diselenggarakan di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Dr. Setiabudhi.
Kontes Robot Indonesia Tingkat Nasional 2017 ini akan diikuti sebanyak 93 tim dari 48 perguran tinggi, yang terbagi menjadi Divisi KRAI (24 tim), Divisi KRPAI Berkaki (21 tim), Divisi KRSBI Humanoid (8 tim), Divisi KRSBI Beroda (24 tim), dan KRSTI (16 tim).
Tema yang diusung pada tiap divisi meliputi tema untuk KRAI adalah “Lempar Cakram” (disesuaikan dengan tema ABU Robocon 2017 yaitu “The Landing Disc”), tema untuk KRPAI adalah “Robot Cerdas Pemadam Api” (disesuaikan dengan tema penyelenggaraan Trinity College International Robot Contest), tema untuk KRSBI Beroda dan KRSBI Humanoid adalah “Sepak Bola Robot Menuju Liga Sepakbola Robot tahun 2050”, dan tema untuk KRSTI adalah “Robot Penari Gending Sriwijaya”.
Salah satu rangkaian kegiatan KRI Tingkat Nasional 2017 akan diawali dengan kegiatan simposium pada 6 Juli 2017 yang bertema “The Indonesian Symposium on Robotic System and Control (ISRSC) 2017”.
Kegiatan simposium ini diharapkan dapat membentuk sebuah komunikasi baik dari kalangan akademisi maupun praktisi dari seluruh Indonesia yang memiliki kepedulian terhadap bidang ilmu robotika untuk bertemu saling berbagi dan berdiskusi berbagai potensi, peluang dan tantangan pada bidang robotika.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak