Hardiknas, 2000 siswa SD pecahkan rekor bermain keyboard dan pianika


Siswa SD di Bandung pecahkan rekor nasional
Bandung.merdeka.com - Sebanyak 2110 siswa kelas tiga dan empat dari 80 SD se-Kota Bandung memecahkan rekor dengan memainkan alat musik pianika dan keyboard terbanyak di Indonesia. Acara ini digelar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Selasa (2/5) ini.
Sebanyak tiga lagu dimainkan oleh para peserta, yakni lagu: Halo-Halo Bandung, Pergi Belajar dan Hymne Guru. Rekor tersebut dicatat oleh Original Records Indonesia dan diserahkan kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Kota Bandung di Balai Kota Bandung.
Ridwan Kamil bertindak selaku inspektur upacara dalam peringatan Hardiknas ini. Pria yang akrab disapa Emil ini mengingatkan berbagai pemikiran Ki Hajar Dewantara selaku Bapak Pendidikan Indonesia. Salah satu pemikiran dari Ki Hajar Dewantara kata Emil bahwa proses pendidikan harus dipusatkan di tiga lingkungan, yaitu lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
"Ki Hajar itu nasihatnya bahwa pendidikan itu ada tiga yakni ada di rumah, sekolah dan di masyarakat. Jadi jangan hanya mengandalkan anak itu dididik di sekolah. Nah itulah kenapa pendidikan kayak magrib mengaji dan lain lain merupakan bagian dari pendidikan di masyarakat," ujar Emil
Emil mengaku bangga dengan perkembangan proses pendidikan di Kota Bandung, karena saat ini Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dalam bidang pendidikan sudah mencapai angka 90.
"Berarti akses pendidikan di Kota Bandung ini kualitas dan indeks manusia dari sisi pendidikan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia," katanya.
Pada peringatan tahun ini, dia ingin mengingatkan kembali visi pendidikan Kota Bandung sebagai gerakan bersama. Menurut dia, pendidikan bukan sekadar tugas pemerintah ataupun sekolah, melainkan semua pihak perlu turut menyukseskan pendidikan di negeri ini.
"Peringatan Hardiknas ini Saya ingin pendidikan ini menjadi gerakan. Kalau gerakan itu artinya tidak melemparkan pendidikan hanya kepada institusi," ucap Emil.
Maka dari itu, lanjut dia, untuk mewujudkan pendidikan karakter yang selama ini diusung oleh pemerintah pusat harus menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari orang tua, guru dan masyarakat.
Sistem ini, kata Emil, diyakini mampu mendorong generasi muda untuk menyukseskan Indonesia Emas pada dekade mendatang. Dengan menyiapkan kualitas anak-anak muda yang kompetitif, ia percaya akan memberikan dampak luar biasa pada bonus demografi tahun 2045.
"Karena pada 2045 tahun emas Indonesia merdeka itu kita akan jadi rangking 3 terbaik dunia dengan syarat bonus demografi SDM Indonesianya kompetitif. Kompetitif datang dari pendidikan yang baik," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak