Ridwan Kamil: Setiap berhentikan orang, batin saya tak nyaman


Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memberhentikan 9 kepala sekolah SD dan SMP serta merekomendasikan untuk memberhentikan 5 kepala SMA di Kota Bandung, Kamis (20/10) kemarin. Para kepala sekolah diberhentikan lantaran terbukti melakukan pelanggaran, di antaranya mal administrasi dan adanya praktik pungli saat proses PPDB 2016.
Di balik tindakan tegasnya memberantas pelanggaran yang mencoreng institusi pendidikan, pria yang akrab disapa Emil ini mengaku tidak nyaman. "Setiap saya memberhentikan orang batin saya tidak nyaman. Saya ngomong gini, wajah 'lempeng' (datar), batin saya tidak nyaman, karena menyangkut nasib manusia. Tapi kalau tidak dilakukan juga sistem hidup kita tidak ada perbaikan," ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Emil memastikan, pemberhentian kepala sekolah tersebut merupakan salah satu upaya terapi kejut bagi kepala sekolah di Kota Bandung. Sehingga tidak ada lagi pungutan-pungitan liar yang dilakukan oleh pihak kepala sekolah.
Menurut Emil tindakan juga diambil untuk memberantas penyakit akut yang telah lama menjangkiti dunia pendidikan Kota Bandung. Dia berharap dengan adanya kejadian ini dapat memperbaiki kualitas pelayanan pendidikan di Kota Bandung.
"Mudah-mudahan tidak sering-sering. Kalau terpaksa kan tugas risiko saya sebagai pejabat," ujarnya.
Perbaikan menyeluruh
Anggota Komisi D DPRD Kota Bandung Ahmad Nugraha mengatakan pemberantasan pungli harus dilakukan secara menyeluruh. Sebab bukan hanya di 19 sekolah yang telah ditindak melainkan banyak di sekolah lainnya.
Ia menyebut seluruh sekolah di Bandung juga melakukan praktik jual beli buku, seragam dan mutasi. "Di sekolah manapun pasti melakukan perilaku itu. Mereka masih menjual buku dan biaya mutasi," katanya.
Persoalan pungli sudah berlangsung sejak lama bahkan sebelum dipimpin Ridwan Kamil. Karena ia mendukung sanksi tegas terkait pungli yang banyak dilakukan pegawai pemerintah. Oleh karena itu, ia berharap Pemkot Bandung tidak hanya berhenti memberantas pungli di 19 sekolah tersebut.
Meski demikian ia berharap pemberantasan pungli harus berkelanjutan. Bukan hanya karena tengah hangat persoalan pungli di seluruh Indonesia. "Semoga pemberantasan pungli ini bukan karena latah (berantas pungli) tanpa mekanisme tiba-tiba menentukan 9 orang itu dianggap pelanggaran," katanya.
Ahmad meminta pemberatasan pungli harus sesuai mekanisme proses sanksinya. Yakni pemberian peringatan kepada yang bersangkutan terlebih dahulu sebelum langsung memberhentikan kepala sekolah.
"Harusnya warning dulu kepada sekola-sekolah. Bilaman tidak diindahkan, baru (dipecat). Surat peringatan terlebih dahulu, oke kalau enggak digubris. Diberhentikan," tegas Ahmad.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak