1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Program 100 hari setelah dilantik, Oded-Yana andalkan program 'KangPisMan'

Persoalan lingkungan akan menjadi prioritas dalam program 100 harinya karena memiliki filosofi serta dampak luas bagi masyarakat.

Oded Muhamad Danial dan Yana Mulyana. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 19 September 2018 16:12

Merdeka.com, Bandung - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih Oded Muhamad Danial dan Yana Mulyana akan dilantik pada Kamis (20/9) besok. Dan bersama lima kepala daerah lain di Provinsi Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Mengawali program 100 hari setelah dilantik, Oded mengatakan akan fokus pada pembenahan di bidang lingkungan. Dirinya bersama Yana akan memulai dengan tema pusat yaitu 'Bandung Beresih'.

Oded mengungkapkan, persoalan lingkungan akan menjadi prioritas dalam program 100 harinya karena memiliki filosofi serta dampak luas bagi masyarakat. Berkaca dari tragedi sampah di TPA Leuwi Gajah pada tahun 2005 membuat Kota Bandung menjadi salah satu wiilayah yang terdampak. Sebab Kota Bandung tidak bisa lagi membuang sampah ke lokasi tersebut, karena ditutup oleh Pemprov Jabar. Sehingga harus mencari lokasi alternatif tempat pembuangan akhir pengganti Leuwi Gajah.

"Dalam masa pencarian tersebut, Kota Bandung mengalami penumpukkan sampah di jalan-jalan yang kita kenal sebagai Bandung Lautan Sampah, sebuah julukan tidak mengenakkan bagi kita semua yang dipelesetkan dari Gelar Kota Bandung yang terhormat di masa perebutan kemerdekaan yaitu Bandung Lautan Api," ujar Oded kepada wartawan, Kamis (19/9).

Menurut Oded, 13 tahun setelah kejadian tersebut, penanggulangan sampah di Kota Bandung telah mengalami perbaikan. Di masa kepemimpinan Ridwan Kamil dan dirinya, Kota Bandung bahkan telah mendapatkan 3 kali Piala Adipura 2015, 2016 dan 2017. Namun dia merasakan progres penanggulangan sampah yang sekarang dilakukan belum menyentuh faktor-faktor yang sifatnya mendasar dalam persoalan-persoalan persampahan.

Oded menyebut salah satu program yang akan ditekankan yakni merubah pola perilaku masyarakat agar ikut memilah sampah di level wilayah yakni lewat 'Gerakan KangPisMan' yang merupakan singkatan dari Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah. Diakui Oded, selama ini warga Bandung masih menggunakan prinsip kumpul-angkut-buang dalam menangani sampah.

Kurangi sampah lanjut Oded berarti setiap warga memiliki kesadaran untuk menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa kita gunakan, kertas bekas, botol bekas yang sekiranya masih bisa digunakan ulang. Termasuk juga mengurangi penggunaan kantong/bahan plastik, styrofoam, dan bahan lain yang sulit terurai oleh alam. Sementara Pisahkan sampah berarti warga kota Bandung memiliki kesadaran untuk memisah sampahnya ketika membuang sampah. Di negara-negara yang sudah baik kesadaran pisah sampahnya mereka memisahkan sampah ke dalam 5 jenis bahkan lebih.

"Mang Oded kira kita bisa mulai dengan tiga jenis sampah. Sampah jenis yang pertama adalah sisa makanan, daun dan ranting atau yang kita kenal sebagai sampah organik yang dapat terurai oleh alam. Jenis yang kedua adalah sampah kertas dan plastik, dan sampah yang ketiga merupakan sampah residu diluar kedua kelompok yang pertama. Kesadaran untuk pisah sampah ini diharapkan dapat muncul baik dalam skala individu, rumah tangga, kewilayahan maupun institusi," katanya.

Apabila gerakan pisah sampah telah berjalan maka akan mendorong gerakan yang ketiga yaitu manfaatkan sampah. Sampah yang telah tersedia dalam keadaan terpisah lebih mudah untuk dimanfaatkan. Sampah sisa makanan, daun dan ranting dapat diolah dengan biodigester, bata terawang, biopori, takakura, pipa komposter dan sejenisnya. Sampah kertas dan plastik dapat disalurkan melalui bank sampah induk yang dalam perencanaan akan dibuat 1 unit di setiap kecamatan, ataupun melalui program sedekah sampah. Sementara itu sampah lainnya merupakan sampah yang akan diangkut oleh Pemerintah Kota melalui PD Kebersihan menuju TPA.

Pengenalan dan penerapan gerakan KangPisMan ke sekolah-sekolah, akan membutuhkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan. Untuk mengaktivasi gerakan ini di lingkungan RT/RW bagian Administrasi Pemerintahan Daerah akan banyak mengambil peran. Kepada komunitas-komunitas serta organisasi kepemudaan membutuhkan kepemimpinan dari Dinas Pemuda dan Olahraga. Begitu pun Perangkat Daerah lainnya minimalnya dapat menerapkan prinsip-prinsip KangPisMan di lingkungan dinasnya masing-masing dan menunjukkan keteladanan pemerintah kota kepada warga masyarakat sebagai kunci sukses dari implementasi program ini

"Di dalam seratus hari, Mang Oded dan Kang Yana akan berupaya untuk meletakkan fondasi supaya gerakan KangPisMan ini dapat diimplementasikan secara luas dan merata di kewilayahan bahkan selepas berakhirnya seratus hari," ucapnya.

Oded menambahkan, bahwa gerakan Bandung Beresih yang akan digulirkan dalam program seratus hari ini bukanlah gerakan satu-satunya. Sebagai walikota dirinya juga perlu memastikan agar seluruh pelayanan dasar yang diberikan Pemerintah Kota Bandung kepada warganya dapat ditunaikan sebaik-baiknya dengan prosedur yang transparan. Serta keluhan-keluhan yang muncul dari warga terkait pelayanan dasar tersebut dapat ditindaklanjuti secara cepat dengan tingkat kepastian yang tinggi.

"Kinerja birokrasi yang baik serta bersih sangat penting artinya guna meraih kepercayaan dari masyarakat. Ini lah juga yang ingin dicakup dalam gerakan Bandung Beresih, bukan sekedar bersih secara fisik dari sampah saja akan tetapi bersih birokrasinya serta bersih pula pelayanan publiknya,"katanya.

(ES/DR)
  1. Politik
  2. Pelantikan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA