1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Prihatin teror di Surabaya, Pjs Wali Kota Bandung imbau warga tetap tenang

"Warga Bandung harus saling toleransi dan saling memperkuat persaudaraan," ujar Solihin.

Pjs Wali Kota Bandung Muhammad Solihin. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Senin, 14 Mei 2018 13:16

Merdeka.com, Bandung - Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin, mengimbau warga Kota Bandung tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak jelas pasca-peristiwa teror bom di Kota Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5) kemarin.

Solihin meminta, warga Kota Bandung tetap menjaga persatuan dan nilai-nilai toleransi. "Warga Bandung harus saling toleransi dan saling memperkuat persaudaraan," ujar Solihin kepada wartawan, Senin (14/5).

Solihin mengaku prihatin atas peristiwa teror yang terjadi di Kota Surabaya. Solihin yakin, warga Kota Bandung tidak terpengaruh oleh paham-paham radikalisme dan teroris.

Menurutnya, teroris itu biasanya tidak berinterakasi dengan masyarakat dan lingkungan. Sehingga berani untuk melakukan hal yang negatif. "Teroris itu pengetahuannya rendah," katanya.

Solihin juga mengimbau, warga Kota Bandung untuk terus memperkuat kebersamaan dan persaudaraan. Jangan sampai terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. "Itu salah satu kunci yang kokoh dalam hidup," ujarnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan pihak kepolisian akan meningkatkan pengamanan di sejumlah titik vital khususnya rumah ibadah.

Hendro berjanji pihak kepolisian akan senantiasa memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat Kota Bandung. "Ada pasukan Brimob patroli, untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Mereka juga bersenjata lengkap," ucap Hendro.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat Kota Bandung untuk tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

"Silakan tetap beraktivitas untuk seperti biasanya. Kita dari polisi akan memberikan rasa aman dan nyaman," katanya.

(MT/DR)
  1. terorisme
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA