1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Beras organik asal Tasik tembus sampai Amerika dan Italia

Permintaan dalam negeri seperti dari Jakarta dan Bandung juga tinggi.

©2017 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Selasa, 07 Februari 2017 14:18

Merdeka.com, Bandung - Berkat ketelatenan untuk menggarap lahan pertanian, beras organik asal Kabupaten Tasikmalaya berhasil tembus ke pasar internasional. Tak tanggung-tanggung, beras organik asal Kabupaten Tasik berhasil dipasarkan di lima benua.

Bupati Kabupaten Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, sejak menjabat sebagai bupati dirinya memang konsen menggarap dunia pertanian. Bila beberapa pemimpin daerah memilih untuk mengembangkan teknologi, berbeda dengannya.

"Padi organik asal Kabupaten Tadikmalaya sudah ekspor ke lima benua. Tentu dengan adanya kegiatan ekspor ini mampu meningkatkan perekonomian petani karena padi organik ini harganya beda dari yang biasa," ujar Uu kepada Merdeka Bandung, Selasa (7/2).

Uu menjabarkan, dengan bertani masyarakat Tasikmalaya hidup dengan sejahtera. Bila kebanyakan masyarakat ogah untuk menjalani profesi sebagai petani, berbeda dengan warga Tasik yang justru hidup sejahtera karena dengan teliti mengembangkan padi organik.

"Kami punya lahan 350 hektar yang dimanfaatkan untuk bertani padi organik. Negara yang dituju untuk ekspor adalah Amerika, Belgia, Italia, dan tentu saja negara tetangga seperti Malaysia," tuturnya.

Pertahun, kata dia, tak kurang dari 200 ton padi yang diekspor ke luar negeri. Kegiatan ekspor telah secara rutin dilakukan sejak 2008 silam. Hingga saat ini jumlah produk yang diekspor terus meningkat.

Tak hanya keluar negeri, di dalam negeri juga permintaan terbilang tinggi. Seperti ke kota-kota besar yakni Jakarta serta Bandung.

Keseriusan Uu menggarap dunia pertanian tak hanya pada praktiknya saja. Secara teori, Uu mengambangkannya pada dunia pendidikan. Di mana kini telah ada enam SMK khusus pertanian di Kabupaten Tasikmalaya.

"Awalnya memang kurang diminati karena terlihat tidak ada muridnya, sekarang justru banyak yang berminat. Makanya SMK khusus pertanian ini jumlahnya semakin banyak karena minat pelajar juga semakin tinggi," tutup dia.

(MH/AA)
  1. Pertanian
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA