1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Musim Hujan, PT KAI Daop 2 Waspada Longsor, dan Tanah Amblas

"Untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada musim hujan ini, PT KAI Daop 2 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi".

jalur kereta api di Daop 2. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Minggu, 16 Desember 2018 08:56

Merdeka.com, Bandung - Memasuki musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 waspada longsor. Soalnya, pada kondisi jalur kereta api di Daop 2 banyak yang melewati daerah-daerah memiliki curah hujan ekstrim sehingga berpotensi pada gangguan perjalanan kereta, seperti banjir, longsor, atau amblas.


"Untuk menghadapi segala kemungkinan yang terjadi pada musim hujan ini, PT KAI Daop 2 telah siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk antisipasi terhadap gangguan perjalanan kereta api," ujar Joni dari keterangan tertulis diterima Merdeka Bandung, Sabtu (15/12).

Semua tim yang siaga selama 24 jam ini bekerja dengan sigap. Hal tersebut terlihat pada kondisi tanah longsor yang terjadi antara Stasiun Cikadongdong dan Stasiun Rendeh pada pukul 12.45 WIB. Kejadian tersebut membuat KA Argo Parahyangan mengalami keterlambatan.

Diketahui oleh masinis KA Argo Parahyangan Tambahan yang lewat di Km 133 + 4/5 antara Stasiun Cikadongdong dan Stasiun Rendeh untuk pertama kalinya, pihak Daop 2 yang mendapat laporan langsung bergegas memperbaiki akses kereta api.

Untuk sementara, Daop 2 menghentikan operasi kereta yang akan melewati lokasi. Menurut Joni, terdapat lima perjalanan kereta api yang tertahan yaitu dua KA Argo Parahyangan menuju Jakarta dan tiga KA Argo Parahyangan menuju Bandung

"Alhamdulillah, penanganan yang sigap dan cepat dari tim Daop 2 berjalan baik dan pada pukul 15.20 WIB, KA 23 yaitu KA Argo Parahyangan tujuan Jakarta adalah kereta yang pertama melewati lokasi. Saat terjadinya gangguan tersebut, untuk keselamatan perjalanan kereta api, PT KAI melakukan pengecekan sehingga berdampak perjalanan kereta api mengalamai keterlambatan," katanya.

(ES/AA)
  1. Kereta api
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA