1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Mensos pastikan bansos rastra tepat sasaran di Bandung

Guna melancarkan penyaluran rastra dengan baik,Jawa Barat memiliki satu fasilitas pendamping untuk PKH.

Mensos-RI Idrus Marham sambangi rumah dinas Aher . ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 01 Maret 2018 11:52

Merdeka.com, Bandung - Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos-RI) Idrus Marham sambangi rumah dinas Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan untuk membahas terkait pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) kepada kepala keluarga yang tergolong miskin di seluruh Indonesia.

Sebagai menteri yang baru dilantik pada Rabu (17/1) lalu menggantikan menteri sebelumnya yakni Khofifah Indar Parawansa ini mengaku bahwa sebagai menteri baru, dirinya berupaya untuk melakukan pendampingan atas bansos rastra ini.

"Saya sebagai menteri baru akan melakukan pendampingan agar bansos ini berjalan dengan lancar. Saya datang keliling Indonesia untuk memastikan itu, seperti sekarang ke Bandung," ujar Idrus kepada Merdeka Bandung, Kamis (1/3).

Mensos ini tengah berupaya memastikan penyaluran bansos rastra agar tepat sasaran serta tepat waktu. Diharapkan dalam satu sampai dua hari ini penyaluran rastra bisa tuntas di Jawa Barat.

"Saya memastikan semua yang berhak menerima ini bisa dapat, tetapi ya kadang ada satu atau dua yang belum terlaksana dengan baik. Kalau data kemiskinan lima sampai 10 persen dinamis itu wajar," kata dia.

Guna melancarkan penyaluran rastra dengan baik, ia senang karena Jawa Barat memiliki satu fasilitas pendamping untuk Program Keluarga Harapan (PKH).

"PKH ini adalah jaminan agar penyaluran terlaksana, juga bisa diakselerasi pengaluran bansosnya lebih cepat. Untuk anggaran, Jawa Barat menerima Rp 1,6 miliar untuk rastra. Secara nasional anggarannya Rp 6 triliun," ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengaku bansos rastra hingga saat ini berjalan dengan lancar. Dana Rp 1,6 triliun ini terbagi untuk PKH dan rastra.

"Selama ini semuanya lancar. Kalau dulu ada terjadi kesalahan seperti yang harusnya menerima tetapi tidak menerima itu susah karena datanya hanya ada di pusat. Kalau sekarang daerah punya data juga, jadi kalau terjadi kesalahan sekarang mengatasinya cepat dan lancar," kata pria yang akrab disapa Aher ini.

 

 

(ES/AA)
  1. Info Kota
  2. Masalah Sosial
  3. Bantuan Pemerintah
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA