1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Komunitas Sunda ingin cawapres dari Ki Sunda di Pilpres 2019

"Masyarakat Sunda itu dikenal santun dalam politik jadi jarang terlihat ngotot minta porsi dalam pemerintahan," kata Aceng.

Deklarasi cawapres usulan Ki Suda . ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Minggu, 05 Agustus 2018 11:16

Merdeka.com, Bandung - Masyarakat Sunda dari berbagai kalangan menyatakan keinginannya agar salah satu dari dua tokoh utamanya dijadikan Calon Wakil Presiden Republik Indonesia pada Pilpres 2019 nanti. Dua tokoh tersebut adalah Yuddy Chrisnandi Mantan Menteri PAN RB yang sekarang menjadi Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia dan Armenia dan Ahmad Heryawan mantan Gubernur Jawa Barat.

Pesan Politik masyarakat Sunda tersebut disampaikan di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung Minggu (5/8). Hadir tokoh-tokoh Sunda seperti Tjetje Padmadinata, Prof. Didi Turmudi (Paguyuban Pasundan), Dr Robi Nurhadi (Ketua GENTRA Sunda), Noeri Ispandji (Ketua AMS), Memed Hamdan, Dindin Maolani, Hendi (DAMAS), Aceng Ahmad Nasir,S.Ag.MSi (Ketua Karukunan Tatar Sunda), Andri P.K (GERPISS), Robi Maulani (Sundawani) dan perwakilan masyarakat Sunda dari berbagai daerah di Indonesia dan di luar negeri.

Menurut Aceng Nasir salah satu penggagas kegiatan tersebut, keinginan masyarakat Sunda tersebut merupakan pesan politik yang harus didengar oleh para elit politik saat ini.

"Masyarakat Sunda itu dikenal santun dalam politik jadi jarang terlihat ngotot minta porsi dalam pemerintahan. Jadi, kalau sekarang mereka menyatakan sikap politiknya secara tegas itu hal yang wajar karena selain jumlah pemilih terbesar kedua di Indonesia hal yang wajar orang sunda saatnya menjadi subjek yang selama ini hanya dijadikan objek," kata mantan aktifis 98 putra Limbangan Garut ini. Indonesia lahir sebagai negara yang didukung berbagai suku bangsa, di mana Sunda sebagai sebagai pendukung yang kuatnya.

Sementar itu, Ketua GENTRA Sunda Robi Nurhadi mengatakan, bahwa Indonesia yang kini terus membangun menjadi negara-bangsa yang maju dalam usianya yang ke-73 tahun ini, di mana Sunda telah memberikan kontribusi terkuatnya.

Dalam konteks politik saat ini, menurut Kepala Pusat Penelitian Pascasarjana Universitas Nasional ini, Indonesia yang telah memilih demokrasi sebagai sistem politik berbangsa dan bernegara hingga penerapan sistem pemilihan legislatif dan pemilihan Presiden/Wakil Presiden secara langsung, warga Sunda terus menjadi pendukung setianya.

"Maka wajarlah kalau saat ini para sesepuh Sunda beserta masyarakatnya mengajukan tokoh-tokohnya untuk dijadikan Calon Wakil Presiden," kata Robi Nurhadi.

Beberapa poin sikap politik Sunda yang disampaikan adalah Urang Sunda mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lebih maju, demokratis dan berperadaban ke-indonesiaan. Urang Sunda juga mendukung pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia pada Rabu, 17 April 2019 secara jujur, adil dan transparan. Poin pentingnya adalah mengajukan Kang Ahmad Heryawan dan Prof. Dr. Yuddy Chrisnandi sebagai calon Wakil Presiden.

Deklarasi Pesan Politik Urang Sunda juga meminta warga Sunda di mana pun berada agar berpartisipasi mengamankan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019, termasuk memastikan agar Urang Sunda ikut berpartisipasi dalam kepemimpinan nasional hasil Pemilu tersebut.

(ES/AA)
  1. Politik
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA