1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Kampanye pengelaman platform digitalnya, Loket.com garap komunitas di Bandung

"Berangkat dari hal tersebut, Loket menilai peluang pertumbuhan bisnis manajemen event masih sangat luas dan sangat potensial," ujar Damar.

Perwakilan Loket saat berkunjung ke Bandung. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Rabu, 11 Juli 2018 11:21

Merdeka.com, Bandung - Datang ke Kota Kembang untuk pertama kalinya, Loket sebagai perusahaan penyedia layanan bagi penyelenggara event di Tanah Air berupaya untuk menggarap komunitas di Bandung. Bandung memang dikenal memiliki begitu banyak komunitas.

Kunjungan yang dilakukan oleh Loket ini merupakan bagian dari kampanye pengenalan platform digital Loket.com yang dirancang untuk memberikan kemudahan bagi event creator komunitas dan individu dalam meramaikan event mereka.

Penyelenggaraan event kerap dikaitkan dengan promotor atau perusahaan besar sebagai penyelenggaranya. Padahal, tidak sedikit pula event-event yang justru digagas oleh kelompok komunitas atau individu yang notabene berasal dari kalangan generasi muda dan usia produktif.

Dengan pertumbuhan populasi mencapai 90 juta orang, para milenial dipercaya menjadi inisiator gerakan sosial ekonomi yang cenderung mengakses informasi lewat platform digital namun tetap memiliki kebutuhan untuk mendapatkan live experience dari suatu kegiatan. Hal ini terlihat dari bisnis hiburan offline yang hampir tidak pernah sepi pengunjung.

"Berangkat dari hal tersebut, Loket menilai peluang pertumbuhan bisnis manajemen event masih sangat luas dan sangat potensial," ujar Head of SME & Self - Service Platform Loket, A. Damar Jayengrana kepada Merdeka Bandung, Selasa (10/7).

Melalui pengelolaan event mandiri yang sistematis dari Loket.com, siapapun kini bisa mempromosikan kegiatannya untuk menarik lebih banyak pengunjung guna meningkatkan angka penjualan tiket mereka dengan lebih signifikan.

Kegiatan kumpul komunitas di kota Bandung sekaligus mengawali rangkaian kegiatan showcase Loket.com di hadapan komunitas-komunitas kreatif Bandung.

"Dalam gelarannya, Loket.com mengunjungi empat kota besar di Indonesia yaitu Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar dimana kota-kota tersebut memiliki pertumbuhan komunitas kreatif organik yang sangat pesat dan diyakini mampu menyumbang pendapatan ekonomi masyarakat di kota masing-masing," katanya.

Tawarkan solusi pemasaran tiket

Salah satu permasalahan utama dalam sebuah event berbayar biasanya terjadi pada pemasaran tiket serta sarana promosi. Loket.com, sebagai perusahaan penyedia layanan bagi penyelenggara event di Tanah Air berupaya menawarkan solusi atas permasalahan tersebut.

Loket menilai salah satu masalah utama yang dihadapi event creator adalah keterbatasan metode pemasaran tiket dan sarana promosi yang berdampak pada kurang maksimalnya jumlah pengunjung event mereka.

Berangkat dari permasalahan di atas, Loket.com dirancang dengan sistem layanan mandiri (self-service) yang memungkinkan Event Creator bisa memasang informasi soal event mereka secara online dan juga diakses calon pengunjung secara real-time.

"Kami berusaha merancang solusi yang relevan dengan kebutuhan target pasar dan end-user. Layanan mandiri sengaja dipilih untuk memberikan pengalaman event terbaik bagi kreator maupun calon pengunjungnya," ujar VP Consumer Solution LOKET, Rama Adrian.

Rama menjabarkan, semua proses yang dirancang oleh Loket ini dibuat secara sistematis mulai dari pendaftaran event, pilihan sistem pembayaran yang beragam, hingga sistem registrasi dan check-in pengunjung berbasis online.

Lewat Loket.com, para event creator juga memiliki kesempatan untuk mempromosikan kegiatannya di beberapa rekan afiliasi Loket, termasuk melalui aplikasi GO-JEK dengan layanan GO-TIX yang kini telah menjadi bagian dari Loket.

"Bahkan, nilai lebih yang kami tawarkan adalah event para kreator lokal ini berkesempatan untuk dipromosikan ke jutaan calon pembeli melalui lebih dari sepuluh rekan afiliasi Loket Distribution Partner (LDP) termasuk Blibli, tiket.com, Tokopedia, JD.ID dan lain sebagainya," tutur Rama.

(MT/AA)
  1. Industri Kreatif
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA