1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Hambat distribusi barang, Kemacetan Bandung dikeluhkan para pengusaha

"Kalau dulu Bandung ke Jakarta atau sebaliknya hanya dua jam, sekarang pada waktu-waktu tertentu bisa sampai lima jam," kata Agung.

Diskusi Bandung Juara. ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Jum'at, 16 Juni 2017 10:56

Merdeka.com, Bandung - Kemacetan yang kerap terjadi di Bandung baik hari biasa ataupun akhir pekan menjadi keluhan para pelaku usaha. Kepadatan lalu lintas khususnya pada titik-titik tertentu membuat proses distribusi barang yang dilakukan orang para pelaku usaha menjadi tersendat.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Barat, Agung Suryamal mengatakan, tak sedikit orang di luar Bandung yang malas datang ke Kota Kembang karena kemacetan yang seringkali membuat jenuh. Tentu kondisi ini merugikan dan harus segera dituntaskan oleh pemerintah.

"Sekarang Bandung macet banget. Harus segera diatasi agar pertumbuhan ekonomi semakin cepat. Kondisi seperti ini tentu memerlukan penataan yang baik dari pemerintah, khususnya dari sgi infrastruktur," ujar Agung saat ditemui dalam acara 'Diskusi Publik: Infrastruktur Kota Bandung' di USB YPKP, Jalan PHH Mustopa, kemarin.

Dunia usaha, kata Agung, sangat membutuhkan infrastruktur yang baik terutama sarana logistik yaitu sebagai jalur distribusi. Jika ingin mengirim barang ke Bandung dengan tingkat kemacetan saat ini tentu pelaku usaha merugi karena harus menyediakan dana lebih untuk bahan bakar kendaraan.

"Kalau dulu Bandung ke Jakarta atau sebaliknya hanya dua jam, sekarang pada waktu-waktu tertentu bisa sampai lima jam. Ini masalah, sangat menjadi salah tentu saja," imbuhnya.

Kehadiran transportasi umum yang bisa dipesan secara online bukan menjadi solusi. Bahkan, dengan kehadiran transportasi online ini justru menambah macet karena membuat kendaraan semakin banyak yang berlalu-lalang.

"Yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah penambahan jalur transportasi, dan membuat transportasi masal yang nyaman dengan harga terjangkau. Jadi masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi dan bisa beralih menggunakan transportasi umum," katanya.

(MT/AA)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA