1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Film ‘Something in Between’ ceritakan kisah cinta remaja berlatar tahun 2000an

"Ada satu konsep rahasia dalam film ini yang enggak bisa diceritakan," kata Jefri.

Para pemain film Somthing in Beetwen. ©2018 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Senin, 17 September 2018 11:27

Merdeka.com, Bandung - Mengambil latar kisah cinta tahun 2000an, film terbaru dari Screenplay Films dan Legacy Pictures bertajuk ‘Something in Between’ bersiap menyuguhkan cerita yang beda dari biasanya. Meski menceritakan tentang percintaan anak remaja, kisah cinta yang ditawarkan terbilang berat dan sangat menyentuh.

Film yang dijadwalkan tayang pada 27 September 2018 mendatang ini kembali memasangkan aktor dan aktris muda berbakat yakni Jefri Nichol dan Amanda Rawles. Keduanya dikisahkan sebagai remaja yang terlibat kisah cinta nan apik.

"Ada satu konsep rahasia dalam film ini yang enggak bisa diceritakan dan memang membuat film ini wajib ditonton. Menceritakan kisah cinta tahun 2000an, suguhan percintaannya juga beda dan cukup berat kalau dibandingkan remaja sekarang," ujar Jefri Nichol kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara Car Free Day Dago, Minggu (16/9).

Hal senada juga diungkapkan sama oleh Amanda Rawles. Pemeran Maya dalam film Something in Between ini mengaku bahwa cerita yang ditawarkan oleh film barunya ini begitu menarik. Ia yang kembali dibertemu untuk ke lima kalinya dengan Jefri Nichol dalam sebuah film menyebut bahwa ini adalah tantangan.

"Ini untuk ke lima kalinya aku beradu akting bersama Jefri Nichol tapi untuk kedua kalinya dipasangkan sebagai kekasih. Itu tantangan sih soalnya kita kita ngasih yang beda lagi ke penonton. Soalnya jangan sampai penonton justru bosan lihat kita berdua lagi yang mainnya," kata Amanda.

Dalam film ini mengisahkan Gema yang diperankan oleh Jefri Nichol seorang siswa kelas 2 SMU Kebangsaan yang tergila-gila kepada Maya diperankan Amanda Rawles yang juga merupakan siswa kelas 2 disekolah sama.

Maya merupakan seorang kutu buku, tak heran jika ia masuk dalam kelas unggulan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan Gema. Ia merupakan sosok lelaki yang justru jarang sekali menyentuh buku pelajaran. Meski perbedaannya antara keduanya cukup kentara, Gema cukup gigih memperjuangkan cintanya pada Maya.

Keseruan cerita dimulai dari sebuah rasa yang diyakini Gema merupakan cinta. Konflik pun bermunculan untuk di antara keduanya dan segala upaya dilakukan oleh Gema untuk mendapatkan cintanya itu.

(MT/AA)
  1. Film
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA