1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Dinas PU sebut ada enam wilayah potensi banjir di Bandung

Total anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan banjir belum terhitung.

Banjir . ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Rabu, 07 Februari 2018 19:18

Merdeka.com, Bandung - Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (Dpu) Kota Bandung Tedi Setiadi menyebutkan ada enam wilayah masih termasuk daerah potensi banjir. Enam wilayah tersebut yakni Bojonegara, Cibeunying, Karees, Tegalega, Ujung Berung dan Gedebage.

"Pada intinya enam wilayah kita ada potensi untuk banjir. Bojonegara di atas, kemudian di Cibeunying, Karees, Tegalega, Ujung Berung dan Tegalega," ujar Tedi kepada Merdeka Bandung, Rabu (7/1).

Namun demikian, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi banjir. Untuk proyek infrastruktur mulai dari pengerjaan sodetan dan pembangunan kolam retensi. Di samping itu, Tedy menyebutkan pihaknya menyiagakan pompa di sejumlah wilayah. Ada enam titik unit reaksi cepat (URC) yang disiagkan pompa untuk dapat digunakan di titik-titik rawan banjir.

"Semua kita antisipasi. Kita siapkan tenaga URC 24 jam. Kemudian beberapa infrastruktur juga tetap akan kita bangun karena itu tidak terlepas dari pembersihan gorong-gorong kemudian tim URC-nya juga ke lapangan. Kalau yang utamanya kita dua dulu penyelesaian yaitu di Pagarsih dan kolam retensi Sarimas," katanya.

Tedi mengatakan, progres pembangunan kolam retensi di Sarimas saat ini sudah hampir rampung. Dengan dibangunnya kolam retensi di Sarimas dapat menjadi penampungan air dari wilayah Utara. Sehingga air tidak langsung lari ke sungai.

"Kalau sarimas sudah hampir selesai sekarang tinggal finishing aja. Kita juga akan upaya bangun di beberapa titik, hanya saja terkendala dengan luasan lahana yang ada. Karena kalau kolam retensi itu ada persyaratan luasan tapi tentu saja akan kita coba kaji beberapa yang sekiranya bisa dijadikan kolam retensi," ucap Tedi.

Adapun untuk pembangunan gorong gorong raksasa di Pagarsih, Tedi menyebut bahwa pengerjaan proyek sudah rampung. Dengan adanya gorong-gorong raksasa yang telah dipasang di bawah jalan, tidak lagi terjadi banjir di Pagarsih.

"Proyeknya sudah selesai. Karena kita di Pagarsih tidak hanya memperbaiki gorong-gorongnya saja, tetapi kita membuat tol basement saja. Tetapi tetap di atasnya harus rapi. Sehingga trotoarnya juga kita rapihkan jalannya juga kita rapihkan. Ke depan kita juga ada finishing pengaspalan," ungkapnya.

Disinggung total anggaran yang dikeluarkan untuk penanganan banjir, Tedi mengaku belum menghitung. Dia berharap melalui berbagai upaya yang telah dilakukan dapat menangani banjir yang masih terjadi selama ini

"Pengendalian banjir di enam wilayah itu akan tetap kita tingkatkan. Mulai dari pembersihan dan pembuatan TPT (Tembok penahan tanah),"pungkasnya.

(ES/DR)
  1. Info Kota
  2. Banjir
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA