1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Diabetes jadi penyakit tidak menular tertinggi ke 5 di Bandung

Penderita penyakit tidak menular pun kini lebih banyak ketimbang mereka yang mengidap penyakit menular.

Kepala Dinas Kesehatan Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty. ©2017 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Kamis, 16 November 2017 13:02

Merdeka.com, Bandung - Kepala Dinas Kesehatan Bandung, Rita Verita Sri Hasniarty mengatakan, penyakit diabetes masuk ke dalam penyakit tidak menular tetinggi yang diidap oleh warga Bandung. Diabetes menjadi penyakit tidak menular tertinggi ke lima setelah struk, penyakit lansia, hipertensi, dan jantung.

"Setiap tahun pengidap diabetes semakin meningkat," ujar Rita kepada Merdeka Bandung saat ditemui dalam acara 'Pentingnya Deteksi Dini dan Pencegahan Prediabetes' yang digelar oleh Nutrifood di Balai Kota Bandung, Kamis (16/11).

Menurut data, kata Rita, pada tahun 2012 silam pengidap penyakit diabetes di Bandung mencapai 21.400 orang. Angka tersebut meningkat pada tahun selanjutnya yakni 2013 menjadi 33.600 orang.

Diabetes merupakan penyakit tidak menular yang tergolong berbahaya karena mereka yang sudah mengidap penyakit ini tak bisa disembuhkan. Kata Rita, penderita penyakit diabetes hanya bisa mengontrol gula darah saja.

Kini, tren penderita penyakit diabetes bergeser pada mereka yang masih muda. Bila dulu diabetes dikenal sebagai penyakit orang tua, kini diabetes mulai diderita oleh kawula muda berusia 15 tahun.

"Ada pergeseran ya sekarang menyerang ke yang lebih muda. Mungkin pola hidup yang berantakan dan jarangnya aktivitas fisik membuat anak muda mengidap diabetes," jelasnya.

Tak hanya pergeseran tren pada usia pengidap diabetes saja, lanjut Rita, penderita penyakit tidak menular pun kini lebih banyak ketimbang mereka yang mengidap penyakit menular seperti demam berdarah.

"Mungkin kesadaran masyarakat sudah tinggi untuk penyakit menular, namu nuntuk penyakit tidak menular seperti diabetes masih kurang. Makanya harus mulai diperbaiki pola hidupnya agar terhindar dari diabetes," kata Rita.

(FF/AA)
  1. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA