1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Bersama PDIP, Golkar targetkan menang 12 pilkada serentak di Jabar

"Golkar hari ini lagi fokus membahas pilkada serentak di 16 kabupaten/kota," kata Dedi.

Elite Partai Golkar bahas Pilkada serentak. ©2016 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Minggu, 13 Agustus 2017 10:13

Merdeka.com, Bandung - DPD Golkar Jabar menargetkan untuk memenangkan minimal 12 pemilihan kepala daerah (Pilkada) dari 16 Pilkada yang akan digelar di Jawa Barat 2018 mendatang. Bersama PDI Perjuangan (PDIP), Golkar akan bahu membahu untuk dapat memenangkan Pilkada di 12 wilayah di Jabar.

Hal itu disampaikan Ketua DPD Golkar Jabar Dedi Mulyadi saat menghadiri acara silaturahmi Kosgoro 1957 Jabar di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Sabtu (12/8/2017). Dalam kunjungannya itu, turut dihadiri Ketua Umum Kosgoro Agung Laksono dan bakal calon wali kota, Nurul Arifin.

"Golkar hari ini lagi fokus membahas pilkada serentak di 16 kabupaten/kota. Jadi fokus kita adalah ingin memenangkan minimalnya 12 dari 16 pemilihan kepala daerah yang dimenangkan oleh Golkar dan PDIP dengan bahu membahu saling mengisi antara proporsi wali kota, wakil wali kota atau bupati, wakil bupati," ujar Dedi.

Rencana kerjasama kedua partai semakin intens usai pertemuan Dedi dengan Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin di Kantor DPD PDIP, Rabu (9/8) lalu. Menurut Dedi kerjasama antara kedua partai menuju arah koalisi semakin dekat. Dedi mengungkapkan, rencana kerjasama bersama PDIP juga akan dilakukan di Pilkada Kota Bandung.

"Sama (di Bandung), nanti berlaku di 16 kabupaten kota tanpa kecuali. Akan sama semua. Nanti tingggal bicara di situ saling tukar menukar. Misalkan Golkar mengalah di kabupaten ini, nanti PDIP mengalah di kabupaten ini. Itu biasa, konpromi politik kan biasa," katanya.

Dedi menyebut, untuk menindaklanjuti kerjasama tersebut, nantinya akan ada lembaga riset yang akan menaungi Partai Golkar dan PDIP. Lembaga ini nantinya akan memberikan dukungan kebijakan apa yang harus diambil.

"Kan ada tim sepuluh. Itu yang akan merumuskan (rencana koalisi)," ungkapnya.

Nurul Arifin sebut ada ibu yang akan gantikan Emil

Sementara itu, Bakal Calon Wali Kota Bandung dari Partai Golkar Nurul Arifin semakin mantap untuk maju di Pilwalkot Bandung 2018 mendatang. Selain terus menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol, Nurul pun semakin rajin turun blusukan untuk mensosialisasikan diri kepada warga Bandung.

Pada Sabtu (12/8), Nurul hadir di Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Kedatangan Nurul ke Cisaranten Kidul ini dalam rangka silaturahim Kosgoro 1957 Jabar dan tausyiah majelis taklim.

Nurul mengatakan, dirinya siap melanjutkan tongkat kepemimpinan Ridwan Kamil sebagai Wali Kota Bandung. Dia mengakui jika langkah Ridwan Kamil yang memutuskan maju di Pilgub Jabar membuat sebagian warga Bandung khawatir jika wali kota terpilih selanjutnya akan mengalami kemunduran.

"Ini kan kita tidak bisa menafikan bahwa banyak orang Bandung yang yang galau dan gundah ketika Pak Ridwan Kamil mau meninggalkan kota Bandung. Nah kita kan harus mengapresiasi dan mengatakan kepada publik kota Bandung bawa jangan takut, ada seorang ibu yang akan menggantikan Pak Ridwan Kamil begitu," ujar Nurul.

Nurul mengungkapkan, dirinya siap membuat beragam program untuk membuat Bandung menjadi lebih baik. Terutama untuk aspek penataan ruang publik, trotoar, dan pariwisata suatu kampung.

"Saya ingin menghidupkan kembali kerjabakti dan gotong royong. Inilah harus kami jaga tetap harmonis gotong royong dan tawarkan kebersamaan dengan warga," ucap Nurul

Tak hanya itu, dirinya pun siap membuat beragam gebrakan untuk Kota Bandung. Nurul mengaku tak hanya sebatas ingin melanjutkan program-program yang telah digagas oleh Ridwan Kamil.

"Ya jelas akan membuat gebrakan. Tapi kalau saya ngomong detail sekarang ya nanti akan ada yang mengcopy lah. Makanya itu jangan sekarang," ucapnya.

Nurul menambahkan jika dirinya siap mendampingi Ridwan Kamil jika tidak jadi maju di Pilgub Jawa Barat.

"Nanti saya mendampingi Pa Ridwan kamil aja. Kalau mendampingi Pa Ridwan Kamil Saya mau, kalau mendampingi yang lain Saya engga mau," ucapnya sembari berseloroh.

(MT/DR)
  1. Pilkada Serentak
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA