1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Akibat tanggul jebol, 140 warga di Cingised Bandung tergenang air

"Total ada 140 rumah yang terdampam dadi jebolnya tanggul ini. Jumlah ini tersebar di tiga RT yakni RT 01, 02 dan 03," ujar Gunawan.

Pemukiman warga di RW O6. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Sabtu, 10 Maret 2018 09:30

Merdeka.com, Bandung - Tanggul Sungai Cironggeng sepanjang sekitar 25 meter yang berada di kawasan Jalan Cingised, Kelurahan Cisaranten Edah, Kecamatan Arcamanik, masih terdampak pada pemukiman warga di RW O6, akibat hujan deras mengguyur Kota Bandung sejak Kamis (8/3) kemarin.

Ketua RW 06 Gunawan mengatakan, sedikitnya ada 140 rumah warga yang terdampak akibat jebolnya tanggul tersebut. Tingginya debit air, membuat air sungai yang bercampur lumpur menggenangi pemukiman warga.

"Total ada 140 rumah yang terdampam dadi jebolnya tanggul ini. Jumlah ini tersebar di tiga RT yakni RT 01, 02 dan 03," ujar Gunawan kepada Merdeka Bandung di lokasi, Jumat (9/3) petang.

Dia menyebut, tanggul sungai tersebut jebol karena tingginya debit air sungai pasca hujan deras yang turun. Belum lagi kondisi sungai yang semakin dangkal akibat pengendapan sampah. Selain itu dia juga berharap pemerintah kota bisa segera memperbaiki tanggul tersebut.

"Ditambah bagian bawah tanggul itu kan sudah terkikis air. Jadi karena tidak kuat menahan arus air, langsung jebol," kata dia.

Salah seorang warga RT 01, Rohmat (50) mengatakan warga sekitarnya memilih tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Menurut dia, wilayah tersebut memang sudah menjadi langganan banjir karena berdampingan dengan sungai Cironggeng.

"Iya sebagian besar di sini memilih bertahan di rumah aja. Tetapi ada juga sebagian yang mengungsi ke rumah kerabat," ucap dia.

Rohmat menuturkan peristiwa jebolnya tanggul tersebur terjadi sekitar pukul 18.00 Kamis (8/3) kemarin. Ketinggian genangan air di rumah warga pun bervariasi mulai dari 30 cm hingga 1 meter lebih.

"Di rumah Saya air mencapai betis. Kalau yang sebelahan sama tanggul jebol semalam bisa sampai seleher (orang dewasa)," ucapnya.

Dia pun mengaku sudah bersiap-siap menghadapi banjir susulan sementara tanggul belum diperbaiki. Melihat kondisi cuaca pada sore ini yang cenderung mendung.

"Ya kita mah siap-siap saja kalau air datang lagi. Tanggulnya saja masih jebol gitu," ungkapnya.

Berdasarkan pantauan Merdeka Bandung, tanggul sungai yang lokasinya berdampingan dengan rumah warga tampak masih dibiarkan menganga. Sehingga air sungai masih terus mengalir ke pemukiman warga. Kondisi ini pun membuat pemukiman warga masih tergenang banjir.

 

 

Dinas PU akan buat tanggul sementara


Sementara itu, Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Tedi Setiadi, mengatakan sejak peristiwa jebolnya tanggul, pihaknya langsung mengerahkan tim unit reaksi cepat (URC) untuk melakukan penanganan di lokasi

"Semalam, tim URC sudah membantu warga melakukan penanganan di lokasi," ujar Tedi saat dihubungi.

Untuk pemanganan, pihaknya akan membangun tanggul sementara untuk mengantisipasi banjir susulan akibat aliran air tersebut. Sehingga air sungai tidak akan mengalir ke pemukiman waega.

"Kita rencana akan dipasang rucuk (untuk tanggul sementara) tapi airnya harus menyusut dulu," kata dia.

Tedi mengungkapkan, jebolnya tanggul sungai Cironggeng disebabkan tingginya debit air sungai yang terjadi sejak Kamis (8/3) malam. Sehingga tanggul tidak bisa menahan derasnya air dan jebol.

"Tanggul sungai Cironggeng jebol karena air yang sangat deras dan meluber ke Jalan Cingised," ucapnya.

Tedi menyenut ada tiga titik banjir yang terjadi pasca hujan deras yang melanda Kota Bandung sejak semalam yakni di Komplek Adipura, Perempatan Gedebage, dan Jalan Cingised.

Tedi pun meminta warga untuk waspada jika hujan deras turun. Apalagi pada bulan Maret ini diperkirakan intensitas hujan cukup tinggi.

"Untuk antisipasi tim URC kami siaga selama 24 jam," katanya.

(ES/DR)
  1. Perumahan
  2. Banjir
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA