1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

Ada 2 kandidat di Pilpres 2019, Aa Gym minta saling berlomba dalam kebaikan

"Makanya jangan disebut pertandingan, kalau pertandingan itu kecenderungannya saling memiting, memukul," kata Aa Gym.

Aa Gym di Kota Bandung. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Jum'at, 10 Agustus 2018 15:04

Merdeka.com, Bandung - Pesta Demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dipastikan akan diikuti oleh dua pasangan calon yakni pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kedua pasangan paslon tersebut telah resmi mendaftar di kantor KPU Jakarta hari ini.

Pimpinan Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym ini mengatakan, bahwa gelaran pilpres ini harus menjadi sesuatu yang menggembirakan dan membahagiakan bagi seluruh masyarakat sebagai proses tanggung jawab masyarakat untuk membuat bangsa menjadi lebih baik. Aa Gym mengibaratkan Pilpres seperti perlombaan 17 Agustusan.

"Makanya jangan disebut pertandingan, kalau pertandingan itu kecenderungannya saling memiting, memukul, menjatuhkan, melemahkan bahkan menghancurkan, tapi kalau perlombaan Fastabiqul Khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan) masing-masing berlomba untuk memberikan yang terbaik. Perlombaan lari itu engga pernah mikirin buat menjatuhkan lawannya. Perlombaan renang itu tidak pernah memikirkan menenggelamkan lawannya," ujar Aa Gym kepada wartawan saat ditemui di Masjid Daarut Tauhid, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Jumat (10/8).

Menurut Aa Gym, masing-masing kandidat harus bisa berlomba dalam meluruskan niat menjadi pemimpin. Selain itu juga berlomba untuk memberikan ide dan gagasan terbaik untuk memajukan bangsa dan negara.

"Niatnya tuh harus bener-bener lurus supaya jadi amal. Lomba memberikan ide, gagasan yang terbaik. Lomba memberikan keteladanan masing masing, lomba memberikan karya-karya terbaik. Sehingga nanti tidak ada yang kalah, da yang menang mah udah tertulis di Lauh Mahfudz siapa yang jadi capres cawapres itu sudah tertulis. Tapi kalau niatnya benar, caranya benar semuanya menang jadi amal soleh dan rakyat itu bisa melihat 'oh begini nih perilaku para elite politik tuh ternyata jadi tauladan bagi kita,'" katanya.

Dengan begitu kata Aa Gym, gelaran dari pilpres ini nantinya akan memberikan keteladanan yang baik bagi masyarakat. Jangan sampai pilpres ini jadi pertandingan yang mempertontonkan keburukan akhlak.

Aa Gym mengungkapkan, di Pilpres 2019 nanti, dirinya dan Daarut Tauhid tidak akan terlibat ke dalam kegiatan politik. Menurut Aa Gym dirinya akan membantu menjaga agar masyarakat tetap dalam jalinan ukhwah.

"Mungkin ada yang nanya posisi Aa dimana. Posisi Aa mah tiga, satu bantu-bantu agar pilpres ini tidak merusak akidah umat. Jangan sampai menuhankan pilpres sehingga ke Allahnya lupa. Kedua bantu-bantu agar masyarakat terjaga akhlakul karimah. Jangan sampai gara-gara pilpres terjadi kemerosotan akhlak. Ketiga ikut bantu bantu agar menjaga ukhwah, baik ukhwah islamiah maupun ukhwah wathaniyah. Mudah mudahan kalau begini pilpres ini betul betul mendewasakan negeri ini termasuk mempersiapkan generasi yang lebih baik," katanya.

(MT/DR)
  1. Pilpres 2019
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA