1. BANDUNG
  2. HALO BANDUNG

DP3APM Kota Bandung akan dampingi korban anak-anak dalam video syur

Dedi mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar, P2TP2A Jabar untuk memberikan penangana terhadap bocah yang menjadi korban.

Ilustrasi. ©2018 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Senin, 08 Januari 2018 17:05

Merdeka.com, Bandung - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Dedi Supandi mengaku prihatin dengan kasus video porno melibatkan seorang wanita dan dua bocah yang viral di media sosial. Dua bocah yang menjadi pemeran dalam video syur tersebut merupakan anak di bawah umur yang berdomilisi di Bandung.

"Sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi. Apalagi ini anak di bawah umur yang menjadi korban," ujar Dedi kepada awak media saat ditemui di kantor Camat Kiaracondong, Senin (7/1).

Dedi mengaku geram dengan keterlibatan orangtua dari dua anak yang menjadi pemeran dalam pembuatan video tersebut. Sebab perekrutan kedua bocah tersebut untuk pembuatan video itu diketahui oleh kedua orang tuanya yakni SS dan HR. SS diketahui merupakan orang dua dari Dn (9). Sementara HR merupakan orangtua dari RD (9).

Dedi mengungkapkan bahwa kasus ini juga telah mencoreng Bandung sebagai kota ramah anak. Seperti diketahui Bandung mendapatkan penghargaan kota ramah anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Namun demikian Dedi menyebut hal itu hanya ulah oknum dari warga.

"Murni kasus itu ulah oknum. Kita berharap ke depan tidak terulang lagi," katanya.

Dedi mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar, P2TP2A Jabar untuk memberikan penangana terhadap bocah yang menjadi korban. Pihaknya juga memberikan pendampingan psikologis kepada anak tersebut.

"Kita kan punya PLIPPA (Pusat Layanan Informasi Perlindungan Perempuan dan Anak). Dari informasi diketahui jika mereka (anak tersebut) tidak sekolah Setiap hari menjadi anak jalanan dan pengamen di bawah Flyover Kiaracondong. Sekarang sudah dibaaa ke rumah aman diberikab pendampingan psikologi," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, video porno yang dilakukan bocah dan perempuan dewasa tersebar di medsos sejak beberapa hari terakhir. Video tersebut direkam di dua lokasi berbeda di Kota Bandung. Satu video direkam di sebuah hotel di Jalan Kiara Condong, lainnya di hotel kawasan Supratman Kota Bandung. Polisi berhasil menangkap tersangka pembuat video bocah dengan perempuan dewasa. Pemeran dan orang yang terlibat pun sudah diamankan.

(FF/DR)
  1. Info Kota
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA