Alasan Ridwan Kamil bersedia desain bangunan masjid tanpa dibayar

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Meski saat ini telah menjabat sebagai wali kota, Ridwan Kamil kerap kali dimintai bantuan dari sejumlah kepala daerah untuk membuat konsep desain bangunan. Namun dengan syarat, dia hanya mau mendesain bangunan masjid, selain itu dirinya menolak.
Rupanya pria yang akrab disapa Emil ini memiliki alasan tersendiri. Alasannya ia pernah mendapat wasiat dari sang ayah sebelum meninggal dunia. Wasiat tersebut yaitu meminta Emil untuk tidak menolak jika ada yang memintanya mendesain bangunan masjid.
"Masjid mah karena wasiat almarhum ayah saya tidak boleh menolak," ujar Emil kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Senin (1/8).
Sebelum terpilih menjadi wali kota, Emil berprofesi sebagai arsitek. Bersama firma arsitek 'Urbane' yang didirikan bersama sejumlah rekannya Emil banyak mengerjakan proyek-proyek desain bangunan di dalam dan luar negeri seperti gedung perkantoran, bangunan museum termasuk masjid.
Namun sejak Emil terpilih menjadi Wali Kota Bandung pada akhir 2013 lalu, otomatis Emil harus berhenti dari profesinya yang membesarkan namanya tersebut. Namun kecintaannya pada dunia arsitek tidak dapat dipisahkan.
Meski masih sering dimintai bantuan untuk mendesain masjid, Emil tidak menerima bayaran dari hasil karyanya tersebut.
"Hanya sebatas dua hal yakni konsep dan tidak boleh dibayar. Jadi saya tidak mendapat bayaran apapun kecuali jadi amal aja kalau masjid mah," kata pria lulusan Teknik Arsitektur ITB ini.
Di tengah padatnya kesibukan sebagai wali kota, Emil mengaku memanfaatkan waktu luang untuk membuat desain bangunan masjid yang dibuatnya.
"Lagi di jalan tol, lagi ngelamun, lagi weekend curat coret. Modalnya hanya kertas dan pulpen. Sisanya ada si imajinasi," ungkapnya.
Seperti diketahui, Emil diminta  Gubernur Sulawesi Selatan untuk membuat konsep desain Masjid Raya Provinsi Sulawesi Selatan. Uniknya desain bangunan terseut terdiri dari 99 kubah yang terinspirasi dari asmaul husna yang berjumlah 99.
Sebelumnya Emil juga diminta oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendesain bangunan masjid terapung di Gedebage. Rencananya masjid terapung tersebut akan dibangun pada tahun ini.
" Saya itu banyak dimintai tolong oleh banyak kepala daerah dan Saya hanya bisa membantu kalo hanya masjid . Kalo bukan masjid saya engga bisa, paling Saya hanya bisa mengarahkan kepada konsultan aja,"pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak