Melihat bayangan gerhana lewat saringan santan kelapa

user
Farah Fuadona 07 Maret 2016, 09:57 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Ada banyak cara aman dan sederhana melihat proses terjadinya gerhana matahari Rabu 9 Maret nanti. Cara ini bisa dipraktikkan di rumah tanpa harus menyiapkan alat yang sulit di dapat.
 
Staf Peneliti Observatorium Bosscha ITB, Yatni Yulianti, mengatakan cara-cara sederhana tersebut ada yang alami dan buatan. Namun baik yang alami maupun yang buatan sama-sama memiliki prinsip lubang jarum (pinhole).
 
Menurutnya, prinsip lubang jarum mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Misalnya di bawah pohon rindang di mana sinar matahari kadang menerobos dedaunan. Saat terjadi gerhana matahari, sinar-sinar kecil yang jatuh ke tanah bisa menjadi proyeksi alami.
 
“Prinsipnya pakai lubang kecil. Sebetulnya bisa di bawah pohon yang daunnya rindang. Terus celah daun-daun itu bisa berfungsi sebagai lubang jarum itu,” papar Yatni, saat berbincang dengan Merdeka Bandung.
 
“Kalau orang duduk di bawah pohon, duduk di bawahnya itu terkadang bisa dilihat bayangan mataharinya, juga proses gerhananya,” tambahnya.
 
Dengan cara itu, proyeksi gerhana bisa disaksikan tanpa harus melihat ke matahari langsung sebab bisa membahayakan mata. Cara sederhana lainnya, tambah dia, membuat proyeksi sinar matahari dengan saringan santan kelapa.
 
Ia menjelaskan, saringan santan kelapa biasanya terbuat dari alumunium yang memiliki lubang-lubang kecil. Lubang tersebut bisa bekerja sebagai lubang jarum. Saringan tersebut bisa diarahkan ke matahari, kemudian sinar yang menerobos lubang saringan diarahkan ke kertas putih di bawahnya.
 
“Saat matahari jatuh taruh kertas di bawahnya, nanti si lubang bisa buat bayangan matahari,” jelasnya.
 
Cara sederhana lainnya yang patut dicoba adalah menggunakan dua kertas putih. Kertas yang satu dilubangi oleh jarum, kertas satunya lagi sebagai layar.
 
Cara kerjanya, kata dia, cari sinar matahari yang bisa menerobos lubang jarum pada kertas. Kemudiana arahkan sinar itu ke kertas yang berfungsi sebagai layar.
 
“Nanti bayangan matahari akan jatuh. Kita bisa cari mana yang bayangannya tajam,” kata Yatni.

Kredit

Bagikan