1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Bandung Air Show akan hadirkan simulasi tempur selama 4 hari

Tiga pesawat tempur Super Tucano dari skuadron udara 21 Lanud Abdurahman Saleh, Malang akan melakukan serangan udara.

Pesawat tempur TNI AU. ©2017 Merdeka.com Reporter : Dian Rosadi | Kamis, 09 November 2017 11:23

Merdeka.com, Bandung - Gelaran Bandung Air Show 2017 digelar selama 4 hari ke depan mulai dari tanggal 9 - 12 November 2017. Bandara Husein Sastranegara akan menjadi lokasi penyelenggaraan BAS.

Dalam penyelenggaraan BAS tahun ini pihak penyelenggara menjanjikan sajian berbeda dibandingkan event-event sebelumnya. Sebab pesawat-pesawat tempur milik TNI AU akan 'menggempur' Bandara Husein Sastranegara.

Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb M Iman Handojo mengatakan, dalam gelaran BAS tahun ini, pihaknya akan menampilkan simulasi tempur yang dilakukan di Bandara Husein Sastranegara. Tiga pesawat tempur Super Tucano dari skuadron udara 21 Lanud Abdurahman Saleh, Malang akan melakukan serangan udara.

"Tiga pesawat Super Tucano dari skuadron udara 21 Lanud Abdurahman Saleh akan melakukan simulasi tempur," ujar Iman kepada wartawan wartawan di Ruang FASI Lanud Husein Sastranegara, Rabu (8/11).

Rencananya tiga pesawat tempur tersebut akan menembakan roket untuk menembak sasaran yang berada di darat. Namun demikian kata Iman, amunisi yang ditembakan bukanlah peluru tajam yang digunakan untuk perang sungguhan sehingga masih aman.

"Bukan, bukan peluru sungguhan untuk perang. Karena ini hanya simulasi saja," katanya.

Di tempat yang sama, Komandan Skuadron 21 Lanud Abdurahman Saleh Malang Letkol Taufik Andriadi menambahkan bahwa pihaknya membawa 4 unit pesawat Super Tucano dari Malang untuk tampil dalam acara BAS 2017. Namun hanya tiga unit pesawat yang akan melakukan simulasi tempur, satu unit pesawat akan dipajang untuk dipamerkan kepada masyarakat.

Taufik mengatakan, pihaknya pun telah melakukan persiapan untuk melakukan simulasi tempur ini.

"Persiapan udah dari jauh jauh hari sebelumnya sudah main di Malang. Kita simulasikan karena kontur medannya hampir mirip dengan malang seperti ketinggian ke Tangkuban Perahu itu mirip dari landasan (Lanud Abdurahman Saleh) ke Gunung Bromo. Jadi kita bisa simulasinya mirip. Ujicoba ujicoba ini udah sering sudah latihan. Memang bukan hal yang baru untuk simulasi," ungkapnya.

Selama atraksi dalam gelaran BAS berlangsung, pihak penyelanggara memastikan tidak akan mengganggu penerbangan reguler di Bandara Husein Sastranegara. Pihak panitia sudah memberikan informasi kepada seluruh maskapai penerbangan. Sebab kegiatan atraksi akan dilakukan sebelum dan sesudah penerbangan reguler dilakukan.

(FF/DR)
  1. Wisata Edukasi
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA