1. BANDUNG
  2. GAYA HIDUP

Latih pernafasan dan peregangan dengan senam Lupus

Senam Lupus terdiri dari tiga bagian yakni pemanasan, latihan inti, dan relaksasi.

Senam Lupus . ©2016 Merdeka.com Reporter : Astri Agustina | Sabtu, 07 Mei 2016 15:40

Merdeka.com, Bandung - Anda pengidap Lupus? Jangan sedih. Kini ada sebuah terapi yang diluncurkan oleh Syamsi Dhuha Foundation (SDF) yakni senam Lupus yang berguna untuk melatih pernafasan dan peregangan bagi sendi.

Bekerjasama dengan tim Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), senam Lupus ini diluncurkan jelang Hari Lupus Sedunia yang jatuh pada 10 Mei mendatang.

Konsultan relawan dari tim FPOK UPI dr. Lucky Angkawidjaja R, M.Pd. AIFO mengatakan, senam lupus ini bisa dilakukan dalam kurun waktu 30 menit. Senam Lupus terdiri dari tiga bagian yakni pemanasan, latihan inti, dan relaksasi.

"Senam ini memang dirancang untuk melatih pernafasan dan peregangan agar persendian odapus yang kerap terasa kaku akan bisa dilemaskan melalui latihan teratur," ujar Lucky kepada Merdeka Bandung, Sabtu (7/5).

Gerakan senam Lupus
© 2016 merdeka.com/Astri Agustina


Senam Lupus ini, kata dia, sudah uji coba kepada para odapus di SDF dengan rentang usia 20 hingga 60 tahun. Senam ini mudah diikuti dengan melihat contoh melalui video rekaman.

"Senam Lupus gerakannya mudah sekali. Senam ini bisa dilakukan sendiri maupun bersama-sama seperi yang dilakukan hari ini. Tapi tetap ingat jangan dipaksakan, tetap jaga dan kenali kondisi diri sendiri," jelasnya.

Sementara itu, Ketua SDF Dian Syarief menjelaskan, pihaknya tergerak untuk berkreasi dan memfasilitasi odapus yang sudah lama menginginkan adanya senam lupus bagi odapus ini.

"Penyempurnaan untuk senam ini akan terus kami lakukan, yang penting ada keberanian untuk melahirkan sesuatu yang baru. Saat ini odapus diseluruh dunia 90 persen adalah wanita aktif usia produktif 15 sampai 45 tahun," jelas Dian.

Lupus dengan kalimat yang disederhanakan merupakan suatu jenis penyakit yang muncul bila sel imun seseorang alergi atau tidak mengenai sel tubuh sendiri sebagai teman sehingga sel atau jaringan tubuh sendiri dianggap lawan dan diserang atau rusak. 

(FF/AA)
  1. Info Kesehatan
SHARE BERITA INI:
KOMENTAR ANDA