Phopo Goemelar pesepeda profesional yang ingin memotivasi anak muda

Phopo Goemelar
Bandung.merdeka.com - Phopo Goemelar (63) sudah terbiasa menjelajahi pulau-pulai di Indonesia dengan sepeda. Sebelum melaksanakan tour “Kabayan Saba Kepulauan Soenda Ketjil” yang meliputi pulau di Indonesia Timur pertengahan April nanti, ia pernah mengayuh sepedanya ke Lampung-Aceh.
Tempat lain yang pernah disambanginya dengan sepeda adalah Sulawesi-Menado-Makassar, Tambora-Bali-Jawa. “Kalau Jawa Barat mah sudah habis semua,” kata Phopo yang mulai bersepeda sejak tahun 1987, kepada Merdeka Bandung.
Menghadapi tour "Kabayan Saba Kepulauan Soenda Ketjil," ia mengaku tidak ada persiapan khusus. Fisik dan mentalnya sudah siap, begitu juga dengan sepedanya. “Pasti capek sih, tapi dengan komitmen, Alhamdulillah kita akan selalu bisa,” kata pesepeda senior asal Bandung ini.
Mengenai kondisi sepeda, ia sudah lama memakai sepeda Pansonic buatan tahun 1980. Saat tour nanti, sepeda bergiginya dipasang empat tas, dua di depan dan dua di belakang. Tas-tas tersebut berisi keperluan selama ia melakukan perjalanan.
Pria yang kumis dan cambangnya sudah memutih ini menyatakan, sebenarnya tour tersebut tidak mengandung pesan khusus. "Dalam rangka pupujieun (pencitraan) saja," katanya seraya tertawa.
Pencitraan tersebut terutama ditujukan kepada anak muda generasi saat ini agar tidak malas berolahraga khususnya bersepeda. "Latar belakang tour ini ingin motivasi kaum muda bahwa seusia saya ini masih bisa bersepeda jarak jauh. Bersepeda itu penting untuk kesehatan," ujarnya.
Jika generasi mudanya sehat, sambung dia, tentu bangsa ini akan kuat mengingat masa depan sebuah bangsa ada di tangan pemuda yang sehat, bukan pemuda yang lemah. "Tapi jangan salah, olahraga tidak memanjangkan umur, olahraga hanya menjaga kebugaran saja," ujar pensiunan PT Bukit Asam Persero ini.
Dari bekas perusahaannya itu, Phoho mendapat sponsor untuk melakukan tour jelajah Kepulauan "Soenda Ketjil". ""Dukungan lainnya dari rekan seperjuangan, dari sesama PNS alias pagawean naik sepeda,” ujar pesepeda yang mengaku tidak terkait dengan organisasi sepeda.
Meski tidak terkait dengan organisasi sepeda, ia mengaku menjalin hubungan yang baik diantaranya dengan komunitas sepeda di Bandung.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak