Kasatpol PP ingatkan PKL untuk tidak berjualan di sekitar Stadion GBLA

Satpol PP
Bandung.merdeka.com - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Eddy Marwoto mengingatkan kepada para PKL (pedagang kaki lima) untuk tidak berjualan di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Karena akan menjadi tempat pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON). Petugas Satpol PP akan menertibkan para pedagang yang nekat berjualan di sekitar stadion.
"Yang jelas tidak boleh dekat lapang parkir. Mungkin radius 500 meter dari Stadion GBLAÂ harus clear," ujar Eddy kepada wartawan, Sabtu (17/9).
Keberadaan PKL di sekitar stadion menjadi salah fokus penataan yang dilakukan Satpol PP. Stadion GBLA yang akan menjadi tempat pembukaan PON XIX diprediksi akan menyedot puluhan ribu orang. Hal ini tentunya menjadi magnet bagi para PKL untuk berjualan.
Eddy mengaku pihaknya masih memberikan toleransi bagi PKL untuk berjualan, asalkan tidak berada di sekitar stadion. Menurutnya keberadaan PKL sangat menganggu arus lalu lintas jika berjualan di sekitar stadion. Terlebih lagi dalam acara pembukaan tersebut akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.
"Kalau memang ada lokasi yang tidak menggangu arus lalin dan tidak menggangu pemandangan silahkan saja," katanya.
Penataan PKL tidak hanya dilakukan di sekitar stadion saja. PKL yang berjualan di jalur yang akan dilalui oleh presiden yakni dari Trans Luxury Hotel sampai Stadion GBLA untuk sementara waktu diminta untuk pindah ke lokasi lain.
"Dua minggu sebelum pelaksanaan hari H, kita sudah lakukan imbauan dan koordinasi dengan kewilayahan. Kita ada skala prioritas pertama jalur yang akan dilalui RI 1 baik itu mulai dari Trans Luxury sampai GBLA. Kita sudah lakukan imbauan H-2 kemarin supaya tidak berjualan di sana. Kita sudah clearkan sampai ring 1 GBLA," katanya.
Eddy melanjutkan tak hanya menata PKL, bangunan-bangunan liar yang berada di sekitar stadion yang ikut ditertibkan.
"Ada delapan bangunan liar yang rata-rara dulu bekas bangunan proyek warung nasi dan kios-kios yang dibangun seadanya. Akhirnya kita lakukan pembongkaran delapan bangunan liar yang ada di area stadion," katanya.
Eddy mengaku pihaknya mengerahkan sedikitnya 100 personel untuk berjaga saat acara pembukaan di Stadion GBLA.
"Tentunya kita melakukan antisipasi gangguan-gangguan ketertiban umum dan ketertiban masyarakat sesuai dengan tupoksi kami," kata Eddy.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak