Ridwan Kamil pusing mikirin gaji pegawai di Pemkot Bandung


Bandung.merdeka.com - Kota Bandung menjadi salah satu daerah yang mendapat pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat sebesar Rp 302,8 miliar. Pengurangan DAU ini terjadi setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluarkan peraturan bernomor 125/PMK.07/2016 tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum Tahun Anggaran 2016.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku kecewa dengan adanya pengurangan DAU oleh Kementerian Keuangan. Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku bingung untuk menutupi pengurangan DAU. Pasalnya DAU yang selama ini digunakan untuk menggaji PNS Pemkot Bandung.
"DAU kita itu untuk gaji pegawai. Gaji pegawai kan banyak alokasinya," ujar Emil kepada wartawan saat ditemui di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Senin (29/8).
Emil mengaku salah satu solusi untuk menutupi pengurangan DAU yakni melakukan pengurangan proyek-proyek infrastruktur yang belum dilelang. Hal ini sebagai bentuk efisiensi untuk menutupi kekurangan.
"Bandung masih banyak proyek. Sehingga sisa-sisa lelang masih cari cari buat nutupin untuk biaya gaji pegawai," katanya.
Emil mengungkapkan, salah satu opsi lainnya untuk menutupi pengurangan DAU yakni dengan memaksimalkan dana silpa. "Nah saya juga belum tahu. Pak sekda belum jawab, lagi rapat dengan dewan cari solusi mau nutupnya dari mana. Kita mau ngilangin proyek atau cek silva. Itu kombinasi untuk pengurangan proyek-proyek untuk rakyat dengan sisa-sisa silpa lelang yang ada. Makanya saya teh pengen PPP. 'Duit kita teh kieu we tiap tahun ' (uang kita seperti ini saja setiap tahun)," ucapnya.
"Sehebat-hebatnya wali kota dan pemerintahnya kalau cara berpikirnya sampai kapanpun kalau begini kecepatan siput. Bukan kecepatan kodok melompat dalam progres pembangunan," tambahnya.
Emil menyesalkan, informasi pengurangan DAU ini sangat mendadak. Dirinya mengaku mengetahui informasi ini baru satu pekan yang lalu.
"Dapat informasinya Minggu lalu. Ada Alasannya menghukum kota kota yang mengendap. Kan Bandung mah ga masuk waktu diumumin Presiden Jokowi," kata Emil.
Namun, Emil menegaskan bahwa pengurangan DAU tersebut harus dapat tertutupi. Dia menyebut kekurangan tersebut idealnya dapat terutupi dari Silpa. "Ya harus nutup. Idealnya tertutup dari silpa. Jadi ga harus memberhentikan proyek," ujarnya.
Untuk diketahui, ada 10 Kabupaten/Kota yang dikurangi DAU oleh Kementerian Keuangan. Adapun 10 Kab/kota tersebut di antaranya Kabupaten Bogor Rp 347,24 miliar, Kabupaten Garut Rp 327,48 miliar, Kabupaten Banyumas Rp 253,2 miliar.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak