Peran pemuda di peringatan KAA ke-61

Bandung.merdeka.com - Museum Konferensi Asia Afrika tengah siap-siap memeringati 61 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA). Tahun ini, tema peringatan konferensi yang menginspirasi kemerdekaan negara-negara di dunia itu adalah Fostering The Asian African Youth Solidarity atau memajukan solidaritas pemuda Asia Afrika.
Kepala Museum KAA Thomas Ardian Siregar menjelaskan, tema tersebut dipilih karena sudah saatnya anak muda lebih berperan khususnya dalam membangun solidaritas antara negara-negara di benua Asia dan Afrika.
“Kita lihat pemuda seharusnya punya peran. Dan kita lihat di Museum KAA kita punya komunitas, kita punya potensi, saya kira ini waktu yang tepat,” kata Thomas, kepada Merdeka Bandung.
Ia merujuk pada Konferensi Asia Afrika yang ke-60 tahun lalu, di mana digelar pula Konferensi Mahasiswa Asia Afrika yang kedua setelah konferensi pertama digelar tahun 1956 atau setahun setelah KAA 1955.
“Ini momennya bagus, setelah kita evaluasi, apa yang generasi muda bisa lakukan untuk menguatkan solidaritas Asia Afrika,” katanya.
Saat ini, persiapan peringatan KAA sudah siap 90 persen. Pihaknya juga akan menyebar undangan melalui Kementerian Luar Negeri. “Insyaallah lancar. Mohon doanya,” katanya.
Untuk diketahui, KAA dilatarbelakangi berakhirnya Perang Dunia II pada Agustus 1945. Namun akhir perang masih menyisakan penjajahan atau kolonialisme. Lalu muncul dua kekuatan besar yang menimbulkan Perang Dingin antara Blok Barat (AS dan skutunya) dan Blok Timur (Uni Soviet).
Indonesia kemudian mengusulkan digelarnya Konferensi Asia Afrika di Bandung. KAA yang berlangsung 18-24 April adalah sikap negara-negara di Asia dan Afrika dalam menolak bentuk kolonialisme dan imperialisme. KAA juga menjadi penyeimbang Perang Dingin.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak