Kesejahteraan nelayan lebih penting dari penenggelaman kapal ilegal

Rokhimin Dahuri
Bandung.merdeka.com - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Era Presiden Megawati, Prof. Dr. Rokhmin Dahuri MS mengatakan penenggelaman kapal pengangkut ikan ilegal yang selama ini diterapkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai langkah yang baik. Hal tersebut dilihatnya dari segi kedaulatan dan konservasi.
Namun, Rokhimin menilai program penenggelaman kapal ilegal tersebut tidaklah harus menjadi fokus utama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pasalnya ekonomi dan kesejahteraan nelayan jauh lebih penting diutamakan.
"Bagus sekali (penenggelaman kapal ilegal). Cuma 70 persen masalah kelautan Indonesia di ekonomi dan kesejahteraan. Harusnya pemerintah menggenjot aspek itu," kata Rokhimin dalam seminar bertajuk 'Membangun Sektor Perikanan dan Kelautan di Era Globalisasi' di Bale Sawala, Gedung Rektorat Universitas Padjajaran, Jatinangor, Sumedang, Sabtu (19/3).
Menurutnya, kesejahteraan nelayan selama ini masih memprihatinkan. Kebanyakan nelayan tidak memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendapatkan hasil maksimal.
Ia menyebutkan dari 650 ribu kapal yang ada di Indonesia, hanya 0,7 persen yang merupakan kapal besar. Sisanya merupakan kapal kecil yang tidak dapat menjangkau potensi hasil laut yang lebih besar.
"650 ribu kapal kita miliki sekarang. Tapi hanya 0,7 persen yang kapal besar yang dapat menjangkau daerah yang selama ini dicari," ujarnya.
Oleh karena itu, kata Rokhimin, KKP harus serius menangani masalah kesejateraan nelayan. Bukan hanya memberikan shock theraphy kepada kapal asing yang nyatanya masih sering masuk.
"Mau pencitraan atau ngurus negara dengan serius dengan mendidik nelayan," kata dia.
Pendidikan bagi nelayan dirasanya sangat perlu. Seperti memberikan pengetahuan soal budidaya dan pengelolaan melalui bioteknologi. Tentunya hal tersebut akan sangat membantu ekonomi kesejahteraan nelayan. Bukan hanya memberikan sanksi kepada kapal asing yang mengambil bagian hasil laut para nelayan Indonesia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak