Sayang jika Gedung Merdeka hanya jadi tempat selfie

Asia Afrika Bandung
Bandung.merdeka.com - Gedung Merdeka menjadi salah satu gedung kharismatik di Bandung. Sebab, di gedung inilah muncul spirit bagi bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk lepas dari penjajahan.
Konon, aura gedung yang berdiri di Jalan Asia-Afrika Bandung itu hingga kini masih terasa. Terutama bagi mereka pegiat komunitas yang ada di Gedung Merdeka.
Salah satunya Deni Rachman pegiat Asian African Reading Club, menuturkan sejak zaman Belanda Gedung Merdeka yang masih bernama Societed Concordia memiliki peranan sangat penting. Hingga pasca kemerdekaan, gedung tersebut menjadi saksi perhelatan Konferensi Asia-Afrika tahun 1955. Konferensi ini melahirkan Dasa Sila Bandung yang menjadi Spirit Bandung.
Menariknya spirit Bandung tersebut masih kuat dirasakan di Gedung Merdeka hingga kini. Sehingga jika ada pihak-pihak yang menggelar acara bertentangan dengan spirit Bandung, otomatis mereka akan terpental.
“Setiap komunitas yang pupujieun (pencitraan) secara alami terpental. Gedung Merdeka ini satu gedung yang isinya hanya untuk komunitas yang ingin menjaga Spirit Bandung,” tutur Deni, di sela diskusi Film KAA Effect di Tobucil Bandung.
Menurutnya, Gedung Merdeka tidak cocok sebagai tempat kegiatan komersil. Banyak pihak yang akhirnya ‘kabur’ jika membuat kegiatan hanya demi komersialisasi atau pencitraan. Kegiatan di Gedung Merdeka harus selalu yang terkait dengan Spirit Bandung, yaitu kerja sama, egaliter atau kesetaraan, persahabatan serta keberagaman.
Komunitas yang tetap eksis hingga kini di Gedung Merdeka di antaranya Asian African Reading Club, Komunitas Layar Kita, dan Sahabat Museum Konferensi Asia Afrika yang merupakan organisasi formal di bawah Kementerian Luar Negeri.
Masing-masing komunitas tersebut, lanjut dia, berusaha menghidupkan Spirit Bandung. Misalnya di Asian African Reading Club, melibatkan warga sekitar untuk ikut mengisi kegiatan. Ia berharap, Gedung Merdeka memilki spirit-spirit yang harus dijaga dan dijalankan dengan beragam kegiatan selain ber-selfie.
“Alhamdulillah di Asian African Reading Club kita melibatkan warga, ada yang ikut mengisi mengambil manfaat. Saya yakin Gedung Merdeka milik bersama untuk kegiatan bersama,” katanya.
Ia menambahkan, Gedung Merdeka memilki spirit-spirit yang harus dijaga dan dijalankan dengan beragam kegiatan selain selfie.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak