Hotel Berbintang Di Bandung Taat Aturan Terkait Sertifikat Laik Fungsi Bangunan

Bandung.merdeka.com - Marcomm Manager Crowne Plaza Bandung, Mellya Widya Ayundha membantah, pernyataan dari Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Jawa Barat terkait jumlah gedung hotel di Kota Bandung yang memiliki sertifikat laik fungsi bangunan masih minim.
"Meski Crowne Plaza Bandung hadir pada bangunan yang lama terbengkalai, pihaknya memastikan setelah bangunan sebagai Crowne Hotel Bandung pada 2016 lalu semua kelengkapan surat-surat perizinan dan sertifikat laik fungsipun diperhatikan," kata Mellya kepada Merdeka Bandung saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (18/1).
"Kami punya sertifikat laik fungsi yang masih berlaku sampai tahun 2021. Sertifikat ini berlaku selama lima tahun sejak 2016," Mellya menambahkan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Marcomm Manager Hilton Bandung, Winda Yuliani. Kata dia, sejak semula berdiri tentunya setiap hotel harus menyertakan semua kelengkapan surat-surat yang dibutuhkan, termasuk sertifikat laik fungsi bangunan.
"Dari awal sudah punya karena sebelum beroperasi tentu saja sertifikat ini menjadi salah satu persyartnnya. Sertifikat ini berlakunya 10 tahun, kita sendiri baru mau berusia 10 tahun pada 10 Maret 2019 mendatang jadinya sekarang baru mah diurus kembali untuk sertifikat laik fungsi ini," kata Winda.
Sementara itu, Santika Hotel Bandung sendiri mendapat Penghargaan Anugerah Pariwisata Kota Bandung tahun 2018 dengan penilaian dari aspek penilaian, Sapta Pesona, taat membayar pajak, izin-izin usaha lengkap, serta pengembangan SDM.
"Kami tentu saja taat peraturan sesuai dengan aturan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Makanya kalo ngga salah kemarin yang jadi juri untuk penghargaan itu ada 13 dinas terkait," kata GM Secretary ic PR Hotel Santika Bandung, Martini Santos.
Sebelumnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Mochtar mengatakan, jumlah gedung hotel yang sudah memiliki sertifikat laik fungsi bangunan gedung masih minim. Padahal, jumlah hotel di Bandung terbilang banyak yakni mencapai 475 hotel.
"Rasanya sangat minim yang miliki sertifikat laik fungsi bangunan gedung," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak