Diskominfo terima 18 Ribu laporan pengaduan dari masyarakat terkait layanan publik

Kepala Diskominfo Kota Bandung Ahyami Raksanagara
Bandung.merdeka.com - Banyak warga Bandung yang memanfaatkan aplikasi LAPOR (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan. Sejak mulai diluncurkan pada Oktober 2013 lalu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung menerima lebih dari 18 ribu laporan dari masyarakat.
Kepala Diskominfo Kota Bandung Ahyami Raksanagara mengatakan, dalam satu Minggu pihaknya menerima rata-rata 22-30 laporan. Sebagian besar mengeluhkan terkait infrastruktur.
"Data seminggu itu ada 22-30 laporan. Kalau sampai saat ini udah lebih dari 18 ribu (laporan) dari mulai diberlakukan. Itu gambarannya. Paling banyak (aduan) itu infrastruktur seperti jalan, lampu mati, terus minta nambah taman . Kedua tranportasi seperti parkir liar, macet, pkl di jalan," ujar Ahyani kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (10/7).
Menurut Ahyani, dari laporan yang disampaikan masyarakat rata-rata di atas 90 persen langsung terselesaikan. Sisanya sebanyak 10 persen biasanya dalam proses atau ada masalah yang kewenangannya bukan berada di Pemkot Bandung.
"Kalau untuk seberapa cepat (penyelesaiannya), kita ukurannya di bawah 10 hari kalau ringan. Kalau sedang sampai 30 hari," kata dia.
Ahyami mengajak warga untuk aktif melapor jika ada masalah yang berkaitan dengan pelayanan publik. Melapor kepada pihak yang berwenang merupakan wujud kepedulian masyarakat terhadap negara.
"Cara pemerintah untuk mendapatkan timbal balik dari masyarakat terhadap pelayanan publik adalah melalui laporan. Dengan begitu pemerintah bisa tahu di mana kesalahannya dan memperbaiki diri," ucapnya.
Kota Bandung menjadi salah satu kota yang pertama bergabung dengan LAPOR sejak tahun 2013. Hingga kini, LAPOR Kota Bandung telah memiliki 229 tenaga admin yang akan merespon pengaduan warga melalui kanal-kanal LAPOR. Admin tersebut tersebar di seluruh instansi pemerintah hingga ke setiap kantor kecamatan.
Masyarakat dapat mengakses LAPOR melalui berbagai cara. Pertama, warga bisa mengunduh aplikasi LAPOR di ponsel pintar dan menggunakan aplikasi tersebut untuk menyampaikan aspirasi dan pengaduan. Kedua, warga juga dapat mengirimkan pesan melalui SMS ke nomor 1708. Cara ketiga adalah melalui website lapor.go.id. Keempat, warga juga bisa melapor melalui Twitter ke akun @Lapor1708.
Laporan warga akan ditanggapi oleh admin dalam waktu kurang dari 24 jam dan melewati proses verifikasi. Instansi terkait akan menindaklanjuti laporan yang telah terverifikasi dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan jenis kasus yang dilaporkan.
Menurut Ahyani, penting bagi warga untuk mengadukan pelayanan publik dengan jelas dan lengkap, terutama tempat kejadian, instansi terkait yang bertanggung jawab, dan waktu kejadian. Akan lebih baik jika warga menyediakan bukti kejadian agar lebih terpercaya.
"Jadi kalau yang hanya ngomel-ngomel dan tidak jelas siapa yang dilaporinya, kita taruh di arsip. Jadi sebetulnya LAPOR ini mendidik kedua belah pihak. Masyarakat menjadi lebih bertanggung jawab untuk memberikan masukan dan melaporkan pelayanan publik yang kurang baik," tutur Ahyani.
Jika telah ditindaklanjuti, pelaporan dinyatakan tuntas jika pelapor telah menyatakan selesai atau sudah mengucapkan terima kasih. Tindakan dinyatakan selesai juga apabila instansi terkait telah mengirimkan bukti bahwa kasus pengaduan sudah diselesaikan.
"Jangat takut melapor karena melapor itu sebagai bentuk kepedulian," ungkapnya.
Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR) sendiri merupakan sebuah aplikasi media sosial yang dibangun dan dikelola oleh Kantor Staff Presiden (KSP) untuk melibatkan partisipasi publik dan meningkatkan interaksi dua arah antara masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung dalam pengawasan program-program pembangunan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak