Dishub jadikan Jalan Sudirman jadi zona parkir non tunai

Kepala UPT Parkir Kota Bandung Nasrul Hasani
Bandung.merdeka.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menerapkan zona parkir non tunai di Jalan Sudirman. Setelah sebelumnya diterapkan di Jalan Braga, pengendara yang memarkirkan kendaraan di Jalan Sudirman harus melakukan pembayaran dengan kartu bayar elektronik (e-money).
Kepala UPT Parkir Kota Bandung Nasrul Hasani, mengatakan pemberlakuan zona parkir non tunai di Jalan Sudirman telah dimulai sejak Senin, 2 Juli 2018. Semua pengendara baik roda empat maupun roda dua wajib membayar retribusi parkir secara non tunai.
"Setelah pertama di Braga, sekarang kita coba di Jalan Sudirman. Sejak Senin mulai diterapkan, berarti sudah empat hari sampai sekarang. Alhamdulilah ada peningkatan (pendapatan) dari biasanya," ujar Nasrul kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Selasa (5/7).
Nasrul mengatakan, di zona parkir non tunai di Jala Sudirman diterapkan dari mullai persimpangan Jalan Otista sampai Jalan Gardujati. Di sepanjang Jalan Sudirman ada 16 mesin parkir yang telah terpasang.
"Total mesin parkir yang sudah terpasang ada 16. Untuk ruang parkir bisa menampung sampai 90 kendaraan roda empat," kata dia.
Selama empat hari diberlakukan, Nasrul menyebut terjadi peningkatan pendapatan. "Alhamdulilah ada peningkatan. Di hari pertama bisa melampaui Rp 2 juta dalam satu hari," ucapnya.
Nasrul mengakui dalam penerapan sistem pembayaran non tunai ini masih banyak kendala. Masih banyak pengendara terutama pengendara roda dua yang masih belum memiliki kartu bayar elektronik.
"Kepemilikan kartu e-money ini masih belum semuanya. Penggunaan non tunai atau kartu e-money masih belum begitu familiar dengan masyarakat kita tapi kami coba dengan penekanan di braga ternyata warga bandung mengapresiasi. Dengan catatan ketika mereka (pengendara) tidak memiliki kita sediakan. Kami menggandeng empat bank. Alhamdulillah hasilnya cukup siginifkan," ungkapnya.
Asep menyebut, dari hasil evaluasi penerapan zona parkir non tunai, jumlah pendapatan mengalami kenaikan cukup signifikan. Di Braga, pendapatan parkir meningkat hingga 4 kali lipat.
"Dulu sebelum non tunai pendapatan satu hari sekitaran Rp 600 ribu -700 ribu. Setelah kita terapkan zona parkir non tunai kisaran Rp 2,4 juta - Rp 2,6 juta," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak