PDAM Tirtawening Kota Bandung mencatat laba perusahaan sebesar Rp 38 miliar

Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi
Bandung.merdeka.com - PDAM Tirtawening mencatat laba perusahaan sebesar Rp 38 miliar pada tahun 2017. Hal itu disampaikam Dirut PDAM Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi saat melaporkan hasil kerja perusahaan kepada Pjs Wali Kota Bandung Muhamad Solihin di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (28/5).
"Kita melaporkan kepada Pak Pjs terkait laporan keuangan perusahan kita yang alhamdulillah berdasarkan audit dari kantor akuntan publik kita mendapatkan laba sekitar Rp 38 miliar lebih untuk tahun anggaran 2017," ujar Sonny kepada wartawan.
Sonny mengatakan, PDAM Tirrtawening Kota Bandung sebagai salah satu perusahaan daerah yang dimiliki Pemkot Bandung mengalami kenaikan laba cukup signifikan dalam dua tahun terakhir. Sonny mencontohkan, pada tahun 2015, PDAM mendapat laba Rp 5 miliar. Pada tahun 2016 laba yang diperoleh meningkat signfikan yakni sebesar Rp 35 miliar.
"Jadi dari 2015 itu kan Rp 5 miliar. Kemudian tahun 2016 alhamdulillah tahun pertama saya jadi (dirut PDAM) Rp 35 miliar dan tahun kedua saya sekarang jadi Rp 38 miliar. Jadi trennya naik terus walaupun nanti pasti ada titik jenuhnya," kata dia.
Sonny mengungkapkan, kunci keberhasilan dirinya menaikan laba perusahaan yakni lebih kepada mengefektifkan dan mengefisienkan proses bisnis yang dijalankan PDAM.
"Banyak hal yang lakukan seperti kita membuat pekerjaan-pekerjaan yang kita tangani sendiri. Kemudian mereview kembali program-program kerja yang barangkali belum layak untuk dibiayai kita review lagi. Kemudian pekerjaan pekerjaan rutin yang dipihak ketigakan, ternyata masih mampu dilakukan oleh kita," ucap Sonny.
Lebih lanjut Sonny mengatakan, beragam program strategis yang dibangun PDAM untuk memperluas cakupan pelayanan, juga akan turut mendongkrak pendapatan perusahaan. Sejumlah proyek seperti pembangunan jaringan distribusi utama (JDU) Blok Tegalega, dan jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional juga dinilai akan turut berkontribusi pada peningkatan pendapatan.
"Kalau nambah pendapatan insyaallah. Karena kita menambah kapasitas produksi. Tetapi kita sedang menghitung potensinya sebesar apa. Diyakini pasti meningkatkan pendapaatan. Laba juga semestinya iya (meningkat) dan harus. Kalau modalnya bertambah kan berarti laba juga harus bertambah," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak