2 Bulan lagi LRT di Bandung dibangun, pakai teknologi dari Subang


Bandung.merdeka.com - Rencana pemerintah pusat yang akan membangun LRT (Light Rail Transit) Metro Kapsul di Kota Bandung akan segera terwujud. Dalam waktu dua bulan lagi, pembangunan kontruksi jalur LRT akan segera dimulai.
Hal ini diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil setelah dirinya menggelar rapat pembahasan persiapan LRT Metro Kapsul dengan pemerintah pusat di Jakarta pada Jumat (10/3 ) kemarin. "Saya baru rapat terkait itu. Insya Allah mudah-mudahan kalau tidak ada halangan sekitar 2-3 bulanan, kita groundbreaking namanya LRT Metro Kapsul," ujar Ridwan kepada wartawan.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku bersyukur rencana untuk menghadirkan LRT di Kota Bandung bakal segera terwujud. Menurut Emil, untuk menghadirkan LRT ini cukup sulit, sebab banyak tahapan yang harus ditempuh.
"Pangamainkeun lah (tolong aminkan), karena sampai ke titik ini susahnya luar biasa. Saya harus menghadap Presiden Jokowi untuk meminta dukungan Perpres itu. Nah ini DED nya sudah, dan lain-lain sudah mudah-mudahan lancar," katanya.
Emil mengungkapkan, untuk rencana pembangunannya sendiri, LRT Metro Kapsul akan dibagi dua tahap. Tahap pertama akan dibangun jalur dari Stasiun Bandung hingga Dalem Kaum (Alun-Alun Bandung) sepanjang 3 km. Sementara untuk pembangunan tahap kedua, jalur yang telah dibangun tahap pertama akan diteruskan hingga ke Tegalega dan kembali ke stasiun Bandung sepanjang 3 km.
"Nilai proyeknya kalau 3 km itu Rp 500 miliar, kalau 6 km itu 1 Triliun. Kalau 500 miliar itu hanya sampai alun-alun. Kalau Rp 1 triliun itu sampai Tegalega muter dari stasiun PP (pulang pergi). Teknologi lokal karya anak bangsa buatan Subang," katanya.
Adapun untuk sumber pembiayaannya sendiri lanjut Emil, akan didanai oleh PT PP (Pembangunan Perumahan) Persero yang merupakan perusahaan milik negara (BUMN) bergerak di bidang Konstruksi dan Investasi.
Emil menargetkan pembangunan LRT Metro Kapsul akan selesai Desember 2017. Sehingga awal tahun 2018 mendatang dapat segera digunakan. Keberadaan LRT ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif transportasi massal di Bandung.
"Namanya kota metropolitan itu basisnya itu harus massal. Maka LRT/Cable Car pun itu tetap harus menjadi jawaban utama sampai kapanpun kota maju selalu begitu. Awal tahun depan lah (selesai) insya Allah," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak