Ridwan Kamil targetkan pembangunan LRT Metro Kapsul bulan Maret

LRT Metro Kapsul
Bandung.merdeka.com - Pemerintah pusat akan membangun prototype LRT (Light Rail Transit) Metro Kapsul di Kota Bandung. Kota Bandung akan dijadikan percontohan proyek transportasi massal berbasis rel ini.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan jika tidak ada halangan, peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek LRT Metro Kapsul akan dilakukan pada bulan Maret atau April tahun ini. Hal ini seiring dengan terbitnya Perpres yang dikeluarkan Presiden Jokowi yang menunjuk BUMN pelaksana proyek.
"Saya tinggal kejar surat dari presiden, karena yang mengerjakan BUMN. Dalam konteks peraturan perundangan, presiden bisa mengeluarkan Perpres untuk menunjuk BUMN yang mengerjakan proyek yang sifatnya pilot project. Saya sedang mengupayakan minggu-minggu ini keluar Perpres yang menunjuk BUMN untuk mengerjakan pilot project LRT Metro Kapsul. Kalau ini tidak ada halangan berarti menurut janji dari PP-nya bulan Maret atau April sudah bisa memulai groundbreaking," ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (27/1).
Pria yang akrab disapa Emil ini mengaku kepastian ini didapat setelah dirinya menggelar rapat pembahasan persiapan prototype LRT Metro Kapsul dengan pemerintah pusat di Jakarta pada Kamis (26/1) kemarin.
Adapun untuk rencana pembangunannya sendiri, LRT Metro Kapsul ini akan dibagi dua tahap. Tahap pertama akan dibangun jalur dari Stasiun Bandung hingga Dalem Kaum sepanjang 3 kilometer. Sementara untuk pembangunan tahap kedua, jalur yang telah dibangun tahap pertama akan diteruskan hingga ke Tegalega dan kembali ke stasiun Bandung sepanjang 3 kilometer.
"Rencananya enam kilometer dibagi dua tahap. Satu, tiga kilometernya di Sasiun Bandung sampai ke Dalem Kaum. Nanti tiga kilometer berikutnya sampai Tegalega muter balik lagi ke stasiun. Sedang berproses kelihatannya tidak ada masalah dan lebih cepat," katanya.
Adapun untuk anggaran pembangunan LRT Metro Kapsul ini ditaksir menelan dana sekitar Rp 1 triliun. Sumber pembiayaan berasal dari APBN, Kementerian Perhubungan, Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung
"Untuk anggaran setengahnya dari Perpres itu sendiri, setengahnya urunan dari Kementerian Perhubungan, pemprov dan sedikit dari pemkot. Enam kilometer itu sekitar Rp 1 triliun dan itu tergolong sangat murah. Kalau dihitung per kilometer hanya sekitar Rp 150 miliar, lebih murah dibandingkan monorail yang 500 miliar perkilometer," kata dia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak