Banyak PNS pensiun, Pemkot Bandung belum rekrut pegawai baru


Bandung.merdeka.com - Asisten Administrasi Umum dan Kepegawaian Setda Kota Bandung Evi Sholeha mengatakan sampai saat ini belum ada perekrutan pegawai baru di lingkungan Pemkot Bandung. Padahal banyak PNS yang telah pensiun.
"Tidak ada rekrutmen padahal banyak ASN yang pensiun. Jadi saat ini banyak dinas kekurangan orang. Banyak kepala seksi di Kecamatan yang tidak mempunyai staf yang cukup untuk menunjang kerjanya," ujar Evi di Balai Kota Bandung.
Menurut dia, dengan merujuk kepada Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru, saat ini sedang diadakan analisis jabatan dan beban kerja. Dengan SOTK yang lama kekurangannya cukup dinamis dan tidak dapat diprediksi.
Selain itu, dengan adanya sistem baru seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai tanggung jawab setidaknya bekerja secara aktif sebanyak 6.000 menit perbulan melalui aplikasi E-RK. "Ketika ada PNS yang tidak bekerja selama 6.000 menit, maka kompensasi tidak akan maksimal. Tunjangan daerah dinamis yang diluncurkan 2017 inti utamanya adalah memberikan kompensasi sesuai kinerja yang dikerjakan sebagai bentuk keadilan Pemerintah Kota Bandung bagi yang rajin dan yang kurang rajin. Sudah dirancang sejak 2015 namun baru sekarang terlaksana secara baik, dengan ini juga dapat dilihat jumlah PNS jika ada kekurangan," ucapnya.
Evi menambahkan, data yang dimilikinya pada tahun 2015 sekitar 2.700 orang dibutuhkan untuk menempati posisi staf. Terjadi pensiun massal pada setiap tahun, karena dulu ada pengangkatan massal.
"Sering terjadi pensiun massal, karena dulu pada zaman saya ada banyak pengangkatan massal. Maka Menpan, mengimbau guru-guru yang membantu di sekolah swasta dipindahkan ke negeri, karena sampai saat ini posisi yang banyak kekurangan ialah di tenaga pengajar," katanya.
Evi berharap dengan adanya kebijakan baru ini dapat meningkatkan kinerja kerja dari PNS, yang harusnya 8.000 menit dibuat 6.000 menit. Hal ini sebagai toleransi waktu seperti makan, salat, istirahat dan keberangkatan dari 1 ke tempat lain saat melaksanakan rapat koordinasi.
"Semoga dengan sistem ini kinerja kerja PNS bisa meningkat. Sambil berjalan akan dilakukan evaluasi untuk melihat fungsi sistem ini. Akan terjadi penolakan jika ada staf yang memasukin aktivitas yang bukan wilayahnya dari atasan," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak