Bupati Lebak ke Bandung minta bimbingan Emil bangun daerah


Bandung.merdeka.com - Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengunjungi rumah dinas Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Jalan Dalem Kaum, Jumat (3/2). Orang nomor satu di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten ini melakukan pertemuan dengan Ridwan Kamil untuk menjajaki kerjasama dan berbagi pengalaman terkait pembangunan antar kedua daerah.
"Saya minta bimbingan, berbagi pengalaman terkait pembangunan di Kota Bandung akan kita adopsi. Saat ini bukan saatnya berkompetisi, tapi berkolaborasi sehingga potensi ada di Kabupaten Lebak bisa tergali," ujar Iti kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung.
Menurut dia, ada berbagai bidang akan dikerjasamakan di antaranya sektor pariwisata, ekonomi kerakyatan, hingga reformasi birokrasi. "Ekonomi kerakyatan terkait permodalan, kredit melati cara marketingnya, little Bandung, masalah birokrasi reformasi birokrasi yang tentunya secara nasional Bandung mendapat predikat A, kami baru mendapatkan predikat B. Jadi kami ingin belajar dari situ hingga kami bisa memperbaiki kinerja aparatur pemerintah daerah," katanya.
Selain itu, pihaknya juga ingin belajar mengenai penerapan teknologi smart city dari Kota Bandung. "Insya Allah kami pelan-pelahlah walaupun secara fasilitas Kabupaten Lebak belum memadai ya. Salah satunya ketersedian eletrifikasi kita belum semuanya, kemudian provider belum masuk semua. Tapi kita pelan-pelan mulai masuk ke perkotaan dulu mulai dari Bandung," katanya.
Sementara Emil ini menyebut kedatangan Bupati Lebak ke Kota Bandung ini menjadi ajang untuk saling belajar dalam aspek pembangunan wilayah. "Kami saling belajar, Lebak sepertiga Banten luas banget. Banyak potensi pariwisata, salah satu yg konkret kita akan kirim delegasi pengusaha pariwisata Bandung supaya melihat apa yang bisa diinvestasikan di sana dengan khas kreativitas Bandung bikin destinasi-destinasi wisata," katanya.
Tak hanya itu, pihaknya juga menawarkan teknologi smart city yang telah dimiliki Kota Bandung. "Sisi birokrasi kita menawarkan smartcity kota dari e-budgeting, macem-macemlah cuman di-copy tiru saja engga usah keluar biaya uang lagi dari lebaknya," katanya.
Lebih lanjut Emil mengatakan, pihaknya juga saling berbagi terkait program pengentasan kemiskinan. Hal ini untuk menuntaskan masalah kemiskinan di kedua daerah. "Kami sharing karena kemiskinan dua kota dan kabupaten ini masih ada. Kita saling belajar resep kredit melati dari Bandung, pemasaran, perizinan dihilangkan, itu juga akan kami lihat, tapi yang penting sama-sama maju. Di berbagai kesempatan kami tunjukkan, kami engga boleh terlalu kompetitif dalam artian persaiangan yang kurang sehat lebih banyak kolaborasi," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak