Rizieq Shihab: Saya tidak akan lari dari proses hukum


Bandung.merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah selesai menjalani pemeriksaan di Polda Jabar, Kamis (12/1) sore. Rizieq diperiksa sekitar lima jam.
Usai diperiksa, Rizieq menjelaskan perihal kasusnya. Dia juga menceritakan alasan tidak hadir pada panggilan pertama.
"Saya baru keliling di Aceh, Medan, ke mana-mana tempat. Begitu pulang saya lihat ada panggilan. Nah, pada panggilan pertama saya bukan ga hadir. Tapi saya utus kuasa hukum. Datang ke Polda bawa surat dokter. Menyampaikan pada penyidik bahwa saya tidak sehat. Dan saya berjanji di pemanggilan ke dua akan datang. Jadi bukannya mangkir. Jadi kalau ada berita mangkir fitnah. Saya tidak akan lari dari pada proses hukum," katanya.
Terkait dengan kata pantat yang dianggap melakukan penodaan terhadap lambang negara, Rizieq mengaku tidak bermaksud menghina. "Saya katakan bahwa Pancasila usulan Soekarno, menempatkan sila ketuhanan pada sila yang terakhir. Kalau orang Betawi bilang sila buntut. Saya orang Betawi ni. Kalau pertama sila kepala terakhir sila buntut," kata Rizieq.
Dia mengatakan, Pancasila hasil Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan Pancasila UUD 18 Agustus 1945 menempatkan sila ketuhanan menjadi sila kepala. "Nah buntut dipermasalahkan," ujarnya.
Rizieq mengaku tidak ada niat untuk melecehkan lambang negara. "Kalau andaikata kata buntut tidak diterima, berarti yang saya kritik baru Pancasila usulannya bukan yang Pancasila dasar negara. Kecuali kalau Pancasila dasar negara. Terus saya nodai, berarti saya nodai lambang negara. Jadi tolong dipahami. Kalau orang betawi bilang nomor akhir itu buntut. Jangan kaget yah," jelasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak