Ini yang ditanyakan penyidik pada Rizieq Shihab di Polda Jabar


Bandung.merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihabtelah selesai diperiksa penyidik Polda Jabar, Kamis (12/1). Rizieq diperiksa sekitar 4,5 jam dan dicecer 22 pertanyaan.
Rizieq mulai diperiksa penyidik pukul 10.00 WIB dan baru meninggalkan ruangan Ditreskrimum Polda Jabar pukul 15.40 WIB‎. Dalam pemeriksaan terhadap Rizieq, massa FPI turut mengawal dengan melakukan aksi di depan Mapolda Jabar.
"Pemeriksaan sampai menelan waktu 5,5 jam dipotong istirahat atau sekitar 4,5 jam. Hasilnya ada 22 pertanyaan pada Rizieq ini," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus, di Mapolda Jabar, Kota Bandung.
Pertanyaan yang dilayangkan ini tidak jauh dari seputaran pernyataan Rizieq dalam video berdurasi 2 menit yang dilaporkan Sukmawati Sukarnoputri. Untuk diketahui Rizieq dilaporkan karena menyebut "Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala".
Yusri menambahkan, hasil pemeriksaan dalam waktu dekat akan langsung digelarperkarakan. Langkah itu akan melihat apakah itu bisa dinaikkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan.
"Dari 22 pertanyaan tersebut akan dikumpulkan untuk nantinya digelar perkarakan. Nanti kalau memang ada unsurnya, bisa ditingkatkan penyidikan," ujarnya.
Rizieq sendiri dilaporkan dengan ‎Pasal 154 tentang merendahkan simbol negara. Selain itu Rizieq juga terancam melanggar pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. "Itu ancamannya empat tahun dan sembilan bulan," ujarnya.
Pantauan merdeka.com pukul 16.10 WIB, situasi di depan Polda Jabar cukup kondusif. Massa FPI meninggalkan lokasi dengan pengawalan ketat yang diarahkan ke barat jalan.
Selepas massa FPI, massa yang bertentangan dengan FPI yakni dari ormas GMBI juga bersiap meninggalkan lokasi.‎ Mereka tetap dalam pengawalan kepolisian karena khawatir ada gesekan di luar kendali. Massa GMBI ini berada di sisi timur gerbang.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak