Rizieq Shihab minta penyidik salin tesisnya dalam BAP agar bisa dibaca

Habib Rizieq
Bandung.merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq meminta penyidik menyalin 600 berkas karya ilmiah yang dibuat ketika merampungkan tesis di University of Malaya, Malaysia. Sebab Karya ilmiah itulah yang disampaikan pada ceramah hingga berujung dirinya dipolisikan Sukmawati Soekarnoputri.
‎"Saya minta para penyidik untuk menyalin isi tesis 600 halaman saya. Disalin dalam BAP. Agar dibaca polisi, penyidik, jaksa dan hakim. Disalin supaya persoalan jelas bahwa ini bukan Penistaan Bung Karno atau Penistaan Pancasila," kata Rizieq saat jeda pemeriksaannya di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis (12/1).
Laporan Sukmawati ke kepolisian sendiri dilatarbelakangi pernyataan Rizieq yang menyebut 'Pancasila Soekarno ketuhanan ada di Pantat, sedangkan Pancasila piagam Jakarta ketuhanan ada di kepala'. Bukti yang dilampirkan adalah video ceramah.
Pria 51 tahun itu kemudian kembali menegaskan, bahwa isi dari ceramah itu adalah rangkaian tesis yang pernah dibuatnya untuk mengkritik usulan sila Ketuhanan Yang Maha Esa (YME) ketika ditempatkan di posisi paling bawah.
"Bahwa sila Ketuhanan itu enggak pantas ditaruh di sila buntut. Ketuhanan enggak pantas ditaruh di akhir (saat dirumuskan). Sehingga harus jadi yang pertama. Akhirnya sekarang jadi yang pertama sampai hari ini (sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa)," ujarnya.‎
Dia pun mengaku terkejut atas laporan yang dilayangkan Sukmawati ihwal dugaan penodaan simbol negara, Pancasila. Bahkan Rizieq mengancam melaporkan balik atas dugaan pencemaran nama baik dan kriminalisasi karya ilmiah yang dibuatnya.
"Yang jadi persoalan kalau dia (Sukmawati) enggak terima tesis. Bisa lawan lagi dengan tesis. Jangan tesis lawan laporan. Nah ini jadi persoalan serius. Ini perlu dicatat," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak